Seorang Diri, Mahasiswa di Takengon Lakukan Aksi Diam Tolak Kehadiran Tambang Emas

Aksi diam seorang mahasiswa di Takengon dengan menaiki pagar Kantor Bupati Aceh Tengah seorang diri demi menyuarakan penolakan terhadap kehadiran tambang emas di daerahnya.

Takengon | lingePost - Seorang mahasiswa di Takengon, Kabupaten Aceh, Jum'at, melakukan aksi unjukrasa seorang diri demi menolak masuknya tambang emas ke daerahnya.

Tak diketahui nama dari mahasiswa tersebut. Ia melakukan aksi penolakannya seorang diri dengan membawa selembar kertas kartun bertuliskan "Tolak Tambang PT LMR".

Mahasiswa ini juga melakban mulutnya dan hanya melakukan aksi diam di depan Kantor Bupati Aceh Tengah dengan menaiki pagar kantor tersebut sehingga menjadi perhatian warga yang melihatnya.

Aksi mahasiswa ini hanya berlangsung sekejap dalam hitungan menit saja. Lalu sang mahasiswa berlalu pergi meninggalkan tempat aksinya.

Penolakan terhadap kehadiran tambang emas di daerah penghasil kopi ini belakangan memang kerap disuarakan oleh banyak kalangan.

Beberapa kali kalangan aktivis mahasiswa juga pernah menggelar aksi unjukrasa menolak kehadiran tambang di daerahnya yang dalam hal ini adalah rencana tambang emas oleh PT Linge Mineral Resource (LMR) di kawasan Linge, Aceh Tengah.

Berbagai diskusi publik guna menyatukan pandangan dan tekad dalam menolak kehadiran tambang di daerah itu juga beberapa kali pernah digelar oleh sejumlah kalangan pemerhati, aktivis, dan pihak-pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di bumi Gayo itu.

Bahkan diskusi serupa rencananya juga akan digelar malam ini, Jum'at 16 Agustus 2019, yang diselenggarakan pihak LSM Linge Musara, di Kute Coffe Takengon, Aceh Tengah.

 

Reporter : Kurnia Muhadi
Editor :
%d blogger menyukai ini: