Plafon RSUD Datu Beru Ambruk Timpa Pasien

Kondisi plafon di kamar 21 lantai dua ruang kepies RSUD Datu Beru Takengon pasca ambruk pada Selasa dini hari.

Takengon | lingePost – Tak ada angin tak ada hujan, plafon ruang rawat di RSUD Datu Beru Takengon tiba-tiba ambruk menimpa pasien. Sontak hal ini membuat kegaduhan, ada yang mengira telah terjadi gempa.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa 30 Juli 2019 sekira pukul 13.15 WIB di lantai dua ruang kepies tepatnya di kamar 21 RSUD setempat.

Tiba-tiba saja plafon di ruangan itu jatuh menimpa dua pasien dibawahnya yakni M Ali dan Juanda.

Terkejut dan panik, itulah yang kemudian terjadi. Para pasien termasuk pihak keluarga yang menemani di sana awalnya mengira telah terjadi gempa, walau akhirnya disadari bahwa kejutan itu datang dari plafon ruangan yang ambruk tanpa sebab.

Beruntung tidak ada yang cidera dalam peristiwa ini, dikarenakan bahan plafon yang merupakan triplek plastik ringan.

Pihak rumah sakit kepada wartawan menjelaskan kemungkinan plafon ambruk dikarenakan sangkutan gorden di langit-langit kamar ruang rawat tersebut menempel langsung pada triplek plafon, tidak pada tulang konstruksi plafon tersebut.

“Makanya cepat ambruk,” kata Kabid Keperawatan RSUD Datu Beru Takengon, dr Yunasri.

Akibat kejadian ini pasien kemudian harus dievakuasi ke ruang rawat lainnya. Yunasri memastikan kondisi kedua pasien baik-baik saja pasca insiden tersebut.

 

Reporter : Kurnia Muhadi
Editor :
%d blogger menyukai ini: