Pemkab Aceh Tengah Segera Resmikan Lab PCR Swab Covid-19

Persiapan Lab PCR Swab di salah satu ruangan di RSUD Datu Beru Takengon.

Takengon | lingePost - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah segera meresmikan Lab PCR Swab Covid-19 setelah baru-baru ini melakukan pembelian alat PCR sendiri untuk ditempatkan di RSUD Datu Beru Takengon.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah dr Yunasri mengatakan hingga saat ini ruangan lab tersebut telah siap untuk digunakan, sementara peresmiannya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Sudah lengkap semua, Lab dan alat PCR nya. Tanggal 2-3 November kemarin kita lakukan pelatihan untuk tenaga medis yang akan bertugas di Lab, setelah itu baru diresmikan," kata Yunasri di Takengon, Jumat.

Sementara Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar baru-baru ini menyampaikan bahwa keputusan untuk pembelian alat Polymerase Chain Reaction (PCR) swab sendiri karena mempertimbangkan kebutuhan layanan cepat tanggap terhadap diagnosa Covid-19 bagi masyarakatnya.

Menurutnya selama ini uji swab bagi masyarakatnya yang diduga terpapar Covid-19 membutuhkan waktu relatif lama karena sampel swab harus dikirim ke Banda Aceh bahkan hingga ke Jakarta.

Sedangkan anggaran yang digunakan untuk pembelian alat swab tersebut kata Shabela bersumber dari dana bantuan khusus Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Aceh.

"Kami berpikir alat itu harus ada, karena kita mendapat bantuan dari provinsi Rp10 milyar, khusus untuk COVID, gak boleh untuk lain," tutur Shabela.

Tapi menurutnya alat PCR tersebut nantinya tidak hanya untuk melayani uji swab bagi masyarakat Aceh Tengah saja, namun juga bagi masyarakat di wilayah zona rujukan RSUD Datu Beru Takengon, seperti diantaranya Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues.

"Karena rumah sakit kita adalah rumah sakit rujukan wilayah tengah Aceh," sebutnya.

Di sisi lain, Bupati ini juga selalu menekankan kepada masyarakatnya agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Tetap memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Jaga diri agar tidak tertular dan menularkan," kata Shabela Abubakar di berbagai kesempatan.

 

KM
%d blogger menyukai ini: