Pengurus MPC Pemuda Pancasila Aceh Tengah Resmi Dilantik

Pelantikan Pengurus MPC PP Aceh Tengah ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka dari Ketua MPW T Juliansyah Darwin kepada Ketua MPC Zakaria Tarigan di Gedung Pendari Takengon, Selasa.

Takengon |ingePost – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tengah untuk kepengurusan periode 2019-2023 resmi dilantik oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Aceh T Juliansyah Darwin di Gedung Pendari Takengon, Selasa 17 Desember 2019.

Acara pelantikan turut dihadiri Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega, Ketua MPC PP Bener Meriah, Ketua MPC PP Kabupaten Gayo Lues, serta para tamu uandangan lainnya.

Sekretaris Panitia Pelantikan Ayu Rita Zahara dalam laporannya menyampaikan bahwa Kepengurusan baru MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tengah tersebut adalah berdasarkan hasil Musyawarah Cabang ke-VIII MPC setempat yang telah berlangsung pada 18 Agustus 2019.

Ayu menyebut para pengurus yang dilantik seluruhnya berjumlah 200 orang termasuk dengan Kepengurusan Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila periode 2019-2021 yang ikut dilantik usai pelantikan para pengurus MPC PP.

“Pengurus MPC PP 120 orang dan Pengurus Sapma PP 80 orang,” sebut Ayu Rita Zahara dalam laporanya.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka Pemuda Pancasila dari Ketua MPW T Juliansyah Darwin kepada Ketua MPC Aceh Tengah yang dilantik Zakaria Tarigan.

Zakaria Tarigan dalam pidatonya selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tengah usai dilantik menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat peran Pemuda Pancasila di tengah-tengah masyarakat.

Pada kepengurusan yang baru ini Zakaria Tarigan juga berjanji akan turut memperkuat kaderisasi dalam tubuh organisasi kemasyarakatan tersebut.

“Kami akan terus menggali untuk melahirkan generasi-generasi pemuda yang militan yang berguna untuk meneruskan Ormas ini di masa akan datang,” kata Zakaria Tarigan.

Menurutnya pemuda adalah tulang punggung bangsa dan negara yang selalu dibutuhkan di segala bidang, baik bidang politik, sosial, dan budaya.

Karena itu Zakaria menegaskan kehadiran Ormas Pemuda Pancasila di daerah itu juga harus dapat sejalan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal program pembangunan daerah.

“Pemuda juga dituntut untuk memperjuangkan persatuan dan kesatuan serta menjaga ideologi pancasila,” tutur pria yang akrab disapa Jack Tarigan ini.

Ketua MPW T Juliansyah Darwin dalam sambutannya mengharapkan agar kepengurusan MPC dan Sapma yang baru dilantik dapat bergerak cepat untuk menyusun program-program kerja kedepan dan dapat menunjukkan perannya di tengah masyarakat.

“Untuk pengurus yang baru dilantik terutama untuk Ketua MPC dan Ketua Sapma, ini kalian berdua punya banyak PR. Saya minta gak terlalu lama setelah ini sudah mulai buat rapat perdana dan audiensi dengan pihak-pihak di luar organisasi,” kata T Juliansyah Darwin.

T Juliansyah berpesan agar kepengurusan MPC dan Sapma di daerah itu juga harus dapat mengulang kesuksesan organisasi di masa lalu dengan tetap mempertahankan kekompakan dan kerjasama yang baik.

“Harus solid, harus kompak. Aceh Tengah harus bangga punya PP yang begitu solid dulunya,” ucap T Juliansyah Darwin.

Sementara Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dalam arahannya pada acara pelantikan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah setempat sangat mengharapkan peran aktif dari kepengurusan baru MPC Pemuda Pancasila yang baru dilantik untuk dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Pemuda Pancasila saat ini harus tampil di depan dengan semangat solidaritas, integritas, dan profesionalitas. Kalau melihat pengurusnya saya tidak ragu lagi, dari semua unsur ada di dalamnya,” kata Shabela Abubakar.

Menurut Shabela sebagai organisasi yang besar, Pemuda Pancasila Aceh Tengah perlu untuk terus menyikapi perkembangan dan kondisi daerah kedepan, karena keterlibatan dan kontribusi organisasi ini dalam proses penyelenggaraan pemerintahan di daerah masih sangat diharapkan.

“Saudara-saudara dituntut tampil berprestasi dan berdaya saing, terutama dalam hal mendukung pembangunan di Kabupaten Aceh Tengah,” tutur Shabela.

Selain itu Shabela juga mengharapkan agar proses pelantikan yang berlangsung bukan hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, namun harus dipandang sebagai langkah awal bagi organisasi tersebut untuk menunjukkan perannya di tengah masyarakat.

“Yang lebih penting harus ada penyusunan program kerja kedepannya yang memiliki hubungan dengan menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” sebut Shabela Abubakar.

 

 

 

HM
%d blogger menyukai ini: