Pemuda Harus Kuasai Potensi Daerah Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon – lingepost.com : Ketua DPD II KNPI Aceh Tengah, Erwin ST Msi, saat membuka Raker Daerah untuk merumuskan program kerja KNPI Aceh Tengah periode 2015-2018, meminta peserta Raker memperhatikan tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah di depan mata dan mulai berlaku pada Januari 2016.

Dia mengharapkan pemuda di Aceh Tengah dapat menyiapkan diri untuk bisa menguasai potensi-potensi yang ada di daerah. Menurutnya, persaingan dunia kerja dan persaingan ekonomi luar biasa akan terjadi di berbagai sektor dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Termasuk tenaga kerja, pertanian, perdagangan, dan lain-lain. Bahkan dokter-dokter dari Singapura sudah bisa buka praktek di Takengon. Pedagang kopi dari lingkungan negara ASEAN akan bisa bebas berkiprah di negara kita,” kata Erwin, Rabu 9 Desember 2015.

“Dengan banyaknya potensi unggulan yang kita miliki, bukan tidak mungkin daerah kita menjadi incaran para pelaku bisnis dari luar negeri. Untuk itu, pada kesempatan ini kami berharap potensi-potensi daerah kita harus dikuasai oleh para pemuda. Kita tidak boleh berpangku tangan melihat seluruh potensi yang ada. Kita harus menunjukkan dedikasi, integritas, dan kempetensi diri untuk menangkap semua potensi menjadi peluang memperkuat pondasi ekonomi dan sosial,” ucapnya.

Pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN, sebut Erwin, akan membuat daerah semakin membutuhkan para pemuda yang mau bekerja keras, pemuda yang memiliki karakter pemimpin yang efektif, pemuda yang mampu menggerakkan seluruh potensi daerahnya, baik potensi ekonomi, sosial, dan budaya, yang kesemuanya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Dengan demikian dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, kita akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Karena para pemuda tidak lagi mencari kerja, tetapi menjadi pengusaha di daerahnya sendiri dan justru sebaliknya membuka peluang kerja bagi masyarakat luas,” tutur Erwin.

Disisi lain, dia menyebut, tantangan terberat lainnya yang harus dihadapi para pemuda di masa mendatang adalah adanya transformasi budaya. Menurutnya, transformasi budaya dapat menyebabkan pemuda kehilangan orientasi dan terjebak dalam pilihan pragmatis.

“Karena itu, pemuda harus bisa menjawab transformasi budaya tersebut dengan cara penguatan visi misi dan menjadikan pemuda sebagai jembatan guna mensejahterakan rakyat. Sejarah membuktikan bahwa pemuda menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan daerah, bahkan menjadi agen perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Rapat Kerja (Raker) Daerah DPD II KNPI Aceh Tengah berlangsung di Linge Land Hotel Takengon, Rabu 9 Desember 2015. Raker resmi dibuka oleh Ketua KNPI Aceh Tengah, Erwin ST Msi, Rabu siang.

Dalam sambutannya, Erwin, mengharapkan KNPI dapat menjadi organisasi yang lebih maju dan solid, serta menjadi wadah menyalurkan kreatifitas dan inovasi bagi seluruh pemuda di Kabupaten Aceh Tengah.

%d blogger menyukai ini: