Laris Manis Rempah Perawan di Tengah Pandemi

Ayu saat mengolah produk Rempah Gayo. Foto: Kurnia Muhadi

Takengon | lingePost - "Yang paling laris itu rempah perawan, kedua rempah badan segar," kata Ayu bercerita tentang bisnis rumahannya.

Ayu merupakan seorang ibu rumah tangga di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, yang baru memulai bisnis minuman sehat dari olahan rempah-rempah alami sejak masa pandemi.

Bisnisnya itu baru dimulai sejak pertengahan Oktober 2020 sebagai inovasi dalam berwirausaha di tengah pandemi Covid-19.

Perempuan bernama lengkap Ayu Rita Zahara ini menuturkan awalnya minuman rempah buatannya itu hanya untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga guna menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh di masa pandemi.

"Awalnya dikonsumsi sendiri, di masa pandemi ini saya juga rutin minum rempah pelangsing untuk menurunkan berat badan. Ada hasilnya, berat badan saya turun 8 kg," tutur Ayu.

"Terus kawan-kawan saya pada minta dibuatkan juga, karena kita sering cerita-cerita ada rempah apa aja, mereka juga minta dibuatin rempah badan segar dan rempah perawan. Akhirnya karena udah banyak yang minta, kepikiran untuk dijual aja," ujar ibu dua anak ini.

Itulah awal mula ide bisnis minuman sehat rempah buatan perempuan ini. Menurutnya karena seluruh rempah yang digunakan adalah dari hasil alam di daerahnya di Dataran Tinggi Gayo, jadilah ia namakan produknya itu dengan nama Rempah Gayo.

Tidak hanya rempah perawan, rempah pelangsing, atau rempah badan segar yang ia buat, tapi juga ada rempah kuat pria, rempah kecantikan, dan rempah kesuburan.

"Tapi memang yang paling laris itu rempah perawan, banyak ibu-ibu yang pesan," kata Ayu sambil tersenyum.

Menurutnya hingga saat ini bisnisnya itu lumayan telah mendatangkan keuntungan untuk sedikit dapat membantu ekonomi keluarga di tengah kesulitan akibat dampak pandemi saat ini.

Untuk satu botol minuman rempah buatannya kata Ayu dijual dengan harga mulai dari Rp20.000,- per botol tergantung besar kecil ukuran botolnya.

"Bahan-bahan semuanya kita pakai bahan alami, untuk pemanis minumannya kita pakai madu hutan asli, kita pesan langsung dari penduduk lokal sini," ujarnya.

Sebelum pandemi, Ayu adalah sosok perempuan yang aktif di berbagai kelembagaan yang bergerak di bidang perempuan dan anak.

Ia juga banyak berkegiatan di bidang kesenian dan juga dikenal aktif sebagai pegiat lingkungan di daerahnya.

"Sejak pandemi resmi jadi ibu rumah tangga aja, di rumah aja. Ini baru punya aktifitas lagi, jualan rempah, Alhamdulillah sampai sekarang sangat menjanjikan," tutur Ayu.

Pada bulan pertama bisnisnya itu kata dia penjualan produk hanya melayani pesanan saja.

Sedangkan untuk memperkenalkan produknya itu, Ayu mengaku hanya mengandalkan media sosial serta jaringan pertemanan.

"Awalnya kita produksi di rumah dan untuk yang pesan kita antar langsung," ujarnya.

"Sekarang Alhamdulillah sudah punya tempat, numpang di lokasi caffe kakak saya, saya buatkan gerai kecil di sana. Jadi orang yang datang makan ke caffe kakak saya juga bisa membeli langsung produk Rempah Gayo ini," tuturnya lagi.

Tak hanya dapat membantu ekonomi keluarga, kehadiran produk Rempah Gayo ini ternyata juga membawa warna berbeda bagi pertumbuhan UMKM di masa pandemi khususnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Selama ini kata Ayu usahanya itu juga banyak mendapat respon dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar.

"Pak Bupati sudah beberapa kali datang untuk minum Rempah Gayo ini. Beliau sangat respon dan memberi dukungan. Ada juga beberapa kali kita buatkan video dengan Bapak Bupati untuk bantu promosi, dengan kalimat ajakan 'Ayu minum Rampah Gayo', nah videonya saya posting di media sosial," kata perempuan ini.

"Pernah juga kita diajak oleh Dinas Perdagangan dan UMKM Aceh Tengah untuk ikut pameran di sini, karena ada kunjungan dari tim Kementerian Perdagangan waktu itu. Jadi kita perkenalkan Rempah Gayo ini sebagai salah satu potensi wisata kuliner Gayo," ujarnya.

Produk Rempah Gayo ini kata Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar memang berpotensi untuk menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner di daerahnya.

Karena itu Shabela mengaku sangat mendukung usaha seperti ini untuk terus tumbuh dan berkembang.

"Ini yang terus kita bangkitkan, UMKM yang ada di Aceh Tengah ini. Seperti Rempah Gayo ini, nantinya juga bisa jadi pilihan kuliner wisata di sini," kata Shabela Abubakar.

"Tadi kami sudah coba minum rempah Gayo yang disajikan. Ini pertama kami melihat rasa, itu kita tidak kalah dengan jamu yang ada di luar. Kemudian warna (Rempah), dari warna saya kira tidak memakai pengawet. Dari warna dan dari rasanya. Kemudian tidak mengganggu lambung, kami rata-rata ada penyakit lambung, ini tidak mengganggu lambung," ujarnya setelah mencicipi produk Rempah Gayo.

Di sisi lain, Shabela mengatakan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga harus terus didorong untuk tumbuh khususnya di masa pandemi Covid-19 ini, guna membantu mempercepat pemulihan ekonomi daerah akibat dampak pandemi.

Dia menuturkan bahwa Pemkab Aceh Tengah selama pandemi juga telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan terhadap para pelaku UMKM untuk dapat terus bertahan di tengah kesulitan akibat dampak pandemi.

Sementara di masa pandemi ini Shabela juga mengajak masyarakat untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan serta menjaga kesehatan diri dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kimia.

Menurutnya kuliner tradisional lebih menyehatkan, seperti halnya Rempah Gayo kata dia bisa menjadi pilihan.

"Kurangi menkonsumsi yang ada mengandung kimia, mari kita kembali ke tradisional, karena itu lebih baik terhadap kesehatan kita. Kami mengharapkan rempah Gayo ini betul-betul dapat menyehatkan siapapun yang meminumnya," ucap Bupati ini.

 

KM

 

 

%d blogger menyukai ini: