Ayo Bersama Akhiri Pandemi Ini

Ilustrasi. Ist

lingePost - Pandemi Covid-19 masih juga belum berakhir. Tanah air dirundung duka.

Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di tanah air.

Mulai dari kampanye protokol kesehatan agar masyarakat selalu disiplin menerapkan 5M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Sampai pada penggalakkan program vaksinasi massal dengan pemberian dosis vaksin secara cuma-cuma kepada masyarakat agar memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap Covid-19 untuk tujuan menciptakan kekebalan komunal.

Tapi tampaknya semua itu hanya akan menjadi sia-sia belaka tanpa adanya kepedulian, kesadaran, dan rasa solidaritas kita bersama dalam melawan pandemi ini.

Itulah sebenar-benarnya senjata utama kita dalam kondisi saat ini.

Dalam peperangan ini, musuh kita tak tampak. Sehingga kita bisa saja gampang terkecoh, seolah-olah tak sedang terjadi apa-apa pada benteng pertahanan kita, seolah-olah kita sedang baik-baik saja.

Sehingga pandangan kita untuk bisa memiliki rasa saling menjaga satu sama lainnya dalam hal ini mungkin masih sulit terwujud.

Semangat solidaritas dan rasa kepedulian kita seolah tak mendeteksi adanya ancaman bahaya.

Padahal kitalah garda terdepan untuk bisa melawan penyebaran virus ini. Ya, kita-kita ini, seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Setiap kita adalah mata rantai atau anak tangga bagi Covid-19 untuk bisa terus menyebar dan menyasar siapa saja, hingga jumlah orang-orang yang positif terinfeksi terus meningkat dari hari ke hari.

Karena itu kita semua disini harus bersepakat, bahwa jika tidak mau di rumah aja dan tidak mau menjaga jarak, sama artinya kita sedang mendukung penyebaran virus ini untuk menyebar lebih luas lagi.

Dalam hal ini, penting untuk kita selalu mematuhi imbauan pemerintah agar semuanya satu komando.

Seperti terkait imbauan agar masyarakat mengurangi mobilitas atau bertahan di rumah saja. Dalam perang, ini pun adalah strategi perlawanan. "Sembunyi" adalah cara kita untuk melumpuhkan lawan.

Sekali lagi, itu semua kita lakukan karena musuh kita memang tak tampak. Banyak orang tanpa gejala membawa virus ini kemana-mana.

Itu pula sebabnya, virus yang satu ini dapat menyebar dengan cepatnya hingga ke berbagai negara di belahan dunia, sampai akhirnya WHO secara resmi menyatakannya sebagai pandemi global sejak 11 Maret 2020.

Dan sejak 4 April 2020, WHO secara resmi telah mengumumkan anjuran penggunaan masker untuk semua orang.

Anjuran ini pun kemudian diikuti oleh Pemerintah Indonesia dengan mewajibkan masyarakatnya menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Hal itu didasari hasil penelitian ilmiah tentang adanya pengaruh positif dari penggunaan masker untuk dapat menekan tingkat infeksi Covid-19 di tengah masyarakat.

Bahkan penelitian lainnya menyebutkan bahwa virus ini dapat menyebar lewat pernapasan normal, bahkan melalui udara, sehingga penggunaan masker dinilai baik untuk menangkalnya.

Penelitian yang terbit di jurnal medis Lancet menegaskan Covid-19 sebagian besar ditularkan melalui udara sehingga memicu penyebaran virus semakin luas.

Karena itu, hal terbaik yang dapat kita lakukan saat ini adalah dengan tetap menghindar, menjauh dari keramaian, menjaga jarak, atau tetap di rumah saja.

Kita tidak akan meraih kemenangan jika tidak melakukan itu semua. Kita harus terus membangun semangat solidaritas dan rasa kepedulian bersama dalam menghadapi darurat bencana nasional ini. Dan kita bersama pasti mampu melakukannya.

Menjaga jarak adalah untuk kita saling melindungi sesama. Dan bertahan di rumah saja adalah karena kita peduli untuk menyelamatkan semua.

Memang, masih banyak diantara kita saat ini yang belum didukung oleh kecukupan ekonomi untuk bisa bertahan di rumah saja.

Untuk ini, kita harapkan pemerintah kita bisa mengatasinya. Dan bagi orang-orang yang mampu diantara kita, juga kita harapkan terketuk hatinya untuk membantu sesama.

Pada tulisan singkat ini, tak perlu lagi kita membahas tentang berapa sudah jumlah atau angka kasus positif Covid-19 di bumi pertiwi ini.

Itu hanya akan membuat sebagian dari kita semakin panik. Pun bagi mereka yang tak peduli, angka itu juga tak berarti apa-apa. Tak akan berpengaruh banyak merubah keadaan, jika rasa kepedulian itu masih diabaikan.

Saat ini, kita juga tak perlu lagi saling menyalahkan. Mari fokus saja terhadap apa yang bisa kita lakukan untuk kedepan.

Karena yang terpenting saat ini adalah kemenangan kita semua untuk dapat terbebas dari ancaman Covid-19.

Sehingga semua sendi kehidupan kita bisa kembali normal seperti sedia kala. Ekonomi kembali membaik. Dan kita semua bisa kembali berkumpul bersama.

Ayo kita lawan Corona. Patuhi dan ikuti anjuran pemerintah. Tetap jaga jarak. Tetap di rumah aja. Rutin cuci tangan dan pakai masker.

Semoga kita semua bisa melewati masa sulit ini. Dan semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.

 

 

KM

 

%d blogger menyukai ini: