TPA Sampah Uwer Tetemi Diresmikan

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon – lingepost.com : Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, meresmikan pemanfaatan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Sabtu 20 Februari 2015.

TPA baru tersebut diberi nama Uwer Tetemi. Peresmiannya dilakukan dalam acara yang sederhana dengan dihadiri beberapa kepala SKPK terkait, unsur pimpinan kecamatan dan kampong, serta beberapa petugas kebersihan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Aceh Tengah, Zikriadi, mengatakan walau TPA tersebut sudah dapat difungsikan, namun masih ada beberapa fasilitas pendukung yang perlu dilengkapi.

"TPA ini masih perlu dilengkapi timbangan sampah, sistem pengelolaan sampah, pagar keliling, air bersih, juga hangar. Semua itu sudah kita programkan untuk diusulkan ke Kementerian," kata Zikriadi.

Dijelaskan bahwa sesuai ketentuan nantinya TPA tersebut harus dikelola oleh satu badan berupa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang kedudukannya di bawah koordinasi BLHKP.

Sementara, Bupati Nasaruddin, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Kabupaten Aceh Tengah beruntung punya lokasi yang relatif luas dan layak untuk TPA. Menurutnya, tidak semua daerah punya lokasi yang memenuhi syarat, walaupun punya dana lebih untuk membangunnya.

"Penentuan TPA di kampung Mulie Jadi ini sangat selektif, sudah melalui pertimbangan Pemerintah Provinsi hingga penilaian dari tim pemerintah pusat," ujar Nasaruddin.

Menanggapi perlunya satu badan pengelola TPA berupa UPTD, Nasaruddin, menegaskan agar terus ditindaklanjuti berkaitan dengan personil dan perlengkapan yang dibutuhkan.

Usai meresmikan TPA, Bupati Nasaruddin, didampingi unsur terkait juga melihat langsung proses pembuangan sampah perdana, sekaligus meninjau masuk ke lokasi TPA.

Nama Uwer Tetemi

Setelah diresmikan, TPA sampah yang terletak di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, tersebut belum memiliki nama.

Kepala BLHKP Zikriadi kemudian berdiskusi dengan bupati, camat, serta mukim setempat untuk menentukan satu nama. Akhirnya diputuskan mengambil satu nama lokal, yakni Uwer Tetemi.

"Setelah kita berdiskusi, nama TPA ini adalah Uwer Tetemi," kata Zikriadi disambut tepuk tangan tamu undangan serta petugas kebersihan yang hadir.

Zikriadi menyebut Uwer Tetemi berarti kandang Tetemi atau sejenis rumput-rumputan yang menandakan karakter lokasi TPA saat ini.

%d blogger menyukai ini: