Shabela sebut Seni Berkuda adalah Manfestasi Kebesaran Budaya Gayo yang Harus Dipertahankan

Ilustrasi pacuan kuda tradisional Gayo

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon - lingepost.com : Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, resmi membuka pelaksanaan Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memperingati HUT ke 441 Kute Takengen, di Lapangan HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Senin 5 Maret 2017.

Dalam sambutannya, Shabela, menyampaikan bahwa pacuan kuda sejak dulu telah menjadi media silaturrahmi bagi masyarakat di Dataran Tinggi Gayo, sehingga harus terus dipertahankan.

"Sejarah serta budaya berkuda telah tumbuh dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan, perkembangan, serta peradaban para leluhur, yang hidup dan menghidupkan Kota Takengon sejak jaman dahulu kala," tutur Shabela Abubakar.

Dikatakannya, pacuan kuda tradisional Gayo sebagai simbol seni budaya merupakan manifestasi kebesaran budaya gayo.

"Karena itu kita harus terus menjaga agar karakter dan budaya pacuan kuda ini tetap melekat dalam kehidupan masyarakat kita," ujarnya.

Peringatan Hari Jadi Kute Takengen pada tiap tahunnya, kata Shabela, harus dapat dijadikan momentum berkelanjutan dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya Gayo, salah satunya adalah seni berkuda yang diwariskan oleh para leluhur.

Sementara, tahun ini untuk pertama kalinya, pacuan kuda di Aceh Tengah juga diikuti oleh peserta dari Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Disbudparpora Aceh Tengah, Abadi, mengatakan pihaknya pada tahun ini atas arahan Bupati Aceh Tengah secara khusus mengundang Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Tenggara untuk dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan Pacuan Kuda HUT ke 441 Kute Takengen.

"Alhamdulillah Aceh Besar menyauti dengan baik dan mereka mengirim dua ekor kuda. Sementara Kabupaten Aceh Tenggara mungkin belum berkesempatan mengirimkan kudanya pada tahun ini," tutur Abadi dalam laporannya saat pembukaan pacuan kuda, Senin.

Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya event pacuan kuda di Aceh Tengah hanya diikuti oleh Tiga kabupaten bersaudara, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Total, sebanyak 371 kuda pacu dari Empat kabupaten akan berlaga di perlombaan Pacuan Kuda HUT ke 441 Kute Takengen.

Aceh Tengah melalui PORDASI mengikutsertakan sebanyak 191 kuda pacu, Gayo Lues sebanyak 67 kuda pacu, Bener Meriah 111 kuda pacu, dan Aceh Besar sebagai pendatang baru mengirimkan 2 kuda pacu.

%d blogger menyukai ini: