Pemkab Aceh Tengah Rencana Bangun Minatorium Biota Air Tawar

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar (Kanan) bersama Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid (Tengah) dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Agus Suherman usai menebar benih ikan peres di Danau Lut Tawar, Kamis (6/2/2020).

Takengon | lingePost – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merencanakan pembangunan minatorium sebagai tempat penangkaran biota air tawar dalam satu aquarium raksasa.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan bahwa nantinya minatorium tersebut akan dibuat menyerupai habitat aslinya untuk menangkar semua jenis ikan yang ada di Danau Lut Tawar.

“Dan akan dilengkapi dengan fasilitas penelitian serta fasilitas lainnya yang berhubungan dengan wisata,” kata Shabela Abubakar di Takengon, Kamis.

Selain itu tutur Shabela Abubakar pembangunan minatorium tersebut juga akan dikengkapi dengan fasilitas pendidikan berupa museum tentang biota Danau Lut Tawar.

Juga fasilitas mini theater untuk mempertontonkan film tentang biota Lut Tawar.

“Sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi sekaligus sarana pendidikan informal bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, bupati ini sangat berharap kepada semua pihak terkait termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dapat memberikan dukungan.

“Sehingga upaya pelestarian keanekaragaman hayati Danau Lut Tawar dapat terwujud,” kata Shabela Abubakar.

Sebelumnya sebanyak 33.000 benih ikan peres yang merupakan ikan asli Danau Lu Tawar ditebar di perairan danau tersebut dalam kegiatan Safari Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan (Gemarikan) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Takengon.

Penebaran benih ikan ini dilakukan langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid bersama Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Agus Suherman dan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar.

Dirjen Agus Suherman dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak Kementerian Kelautan akan berupaya membantu Aceh Tengah dalam pengembangan usaha sektor perikanan.

“Untuk kami Derektorat Jenderal Penguatan Daya Saing ada satu yang saya lihat, saya sempat buka (Proposal), Insya Allah kami penuhi, yaitu mobil berpendingin,” kata Agus Suherman.

Menurutnya ada banyak program Kementerian Kelautan saat ini yang bisa membantu sektor usaha perikanan di daerah.

Hal itu kata dia seperti penyediaan alat mesin pembuatan es untuk pendingin ikan segar, mobil pendingin, pengembangan sentra perikanan, dan program Gemarikan.

“Kita sudah mengirim kurang lebih hampir 600 mesin pabrik es kecil-kecilan. Kalau disini butuh, pasti Takengon kita kasih,” tutur Agus.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Aceh Tengah adalah daerah yang potensial untuk pengembangan sektor perikanan darat.

Menurutnya luas kolam darat di daerah itu mencapai 71,4 hektare dengan kekuatan produksi perikanan mencapai 745 ton per tahun, namun belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi ikan di daerahnya.

“Sedangkan nilai produksi perikanan tangkap mencapai 239 ton pertahun. Belum mampu memenuhi kebutuhan ikan konsumsi masyarkat,” kata Shabela Abubakar.

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid menyampaikan pihaknya juga akan ikut mendorong pengembangan sektor perikanan darat di Aceh Tengah.

TA Khalid menyampaikan saat ini ia memang bertugas membidangi perikanan di Komisi IV sehingga memiliki tanggungjawab untuk memajukan usaha sektor perikanan di Aceh, termasuk Aceh Tengah.

“Maka saya berharap, Pak Bupati, mari kita terus membangun komunikasi, sinergitas komunikasi yang baik, sehingga apa keluhan disini juga saya tahu, sehingga bisa saya sampaikan ke Pak Agus dan juga kementerian-kementerian yang lain. Mari kita bergandengan tangan untuk kepentingan Aceh,” tutur TA Khalid.

 

Hfz
%d blogger menyukai ini: