Selama Ramadhan Masyarkat Diimbau Tidak Bakar Petasan

Petugas Sat Pol PP Aceh Barat menyita petasan dari barang dagangan masyarakat di seputar Meulaboh dalam operasi gabungan tentang ketertiban umum, Qanun Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9/2010. (ANTARA Aceh)
Lhokseumawe - Pihak kepolisian Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengimbau kepada masyarakat supaya tidak membakar atau membunyikan petasan, sebagai upaya menjaga ketenangan selama bulan Ramadhan.
Kapolres Lhokseumawe AKBP. Hendri Budiman melalui Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan, Sabtu mengatakan, larangan masyarakat membunyikan petasan  karena dapat menganggu kenyamanan dan ketertiban pada bulan Ramadhan.
Selain itu para pedagang juga diimbau tidak memperdagangkan petasan atau mercon yang memiliki daya ledak tinggi dan keras.
Oleh sebab itu masyarakat diimbau tidak memperjual belikan petasan atau mercon yang mempunya daya ledak yang keras, karena dapat menggangu keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam beribadah di bulan suci Ramadhan, ujarnya.
Bahkan, keseriusan pihak kepolisian terhadap petasan tersebut pada bulan Ramadhan, puluhan personil Polres Lhokseumawe merazia pedagang petasan  di pusat Kota Lhokseumawe sehari sebelum Ramadhan.
Kabag Ops Polres Lhokseumawe  Kompol Ahzan menambahkan, petasan yang dirazia oleh petugas adalah yang memiliki daya ledak tinggi dan ukurannya lebih dari dua sentimeter.
Petasan- petasan yang diamankan oleh petugas polisi tersebut, antara lain tiga buah petasan yang berbentuk tabung diameter dua sentimeter,  15 bungkus petasan air mancur, 12 bungkus petasan cabai. Petasan-petasan tersebut didapati dari lima pedagang petasan di seputaran pusat Kota Lhokseumawe.
Selain itu, dalam menjaga ketenangan ibadah di bulan suci Ramadhan, masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketenangan  dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan menganggu ketertiban. | ANTARA Aceh
%d blogger menyukai ini: