Satgas COVID-19 Minta Daerah Tidak Lengah Selama Libur Akhir Tahun

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Foto: Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Jakarta | lingePost - Satgas Penanganan COVID-19 mengimbau daerah agar tidak lengah terhadap potensi penyebaran COVID-19 pada libur panjang akhir tahun ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito perkembangan peta zonasi risiko pada pekan ini menunjukkan adanya perubahan pada zona merah (risiko tinggi) dan oranye (risiko sedang).

Menurutnya hal ini terlihat dari jumlah penurunan daerah yang masuk zona merah dan oranye secara mingguan. Namun kata Wiku hal ini bukan berarti penanganan harus dikendurkan.

"Walaupun daerah di zona merah mengalami penurunan, namun mayoritas daerah masuk zona risiko sedang," kata Prof Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/12/2020).

"Dan ini tentunya berbahaya, karena apabila sedikit saja kelengahan dalam penanganan kasus pada periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, maka terbuka kemungkinan daerah pada zona risiko sedang berpindah ke zona risiko tinggi," ujarnya.

Wiku merinci daerah yang masuk zona merah saat ini jumlahnya mengalami penurunan dari 64 kabupaten/kota pada Minggu sebelumnnya, menjadi 60 kabupaten/kota.

Sedangkan pada zona oranye kata dia juga terlihat menurun yaitu dari 380 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya, menjadi 378 kabupaten/kota pekan ini.

"Namun untuk daerah yang berada di zona kuning atau risiko rendah, jumlahnya sedikit meningkat dari 59 kabupaten/kota pekan sebelumnya, menjadi 64 kabupaten/kota," sebutnya.

"Meski demikian pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya meningkat dari 7 menjadi 8 kabupaten/kota. Dan pada zona hijau tidak terdampak jumlahnya masih sama dengan pekan lalu, sebanyak 4 kabupaten/kota," tuturnya lagi.

Dalam hal ini Wiku juga mengimbau semua pihak terkait agar selalu melakukan upaya 3T yaitu testing, tracing, dan treatment, secara masif.

"Penegakan disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan. Sehingga risiko COVID-19 di daerah dapat dikendalikan," ucapnya.

 

KM

 

%d blogger menyukai ini: