Rakyat Sebagai Penentu Situasi Keamanan di Masa Pilkada 2017

Oleh : Ahmad Zainal Husen

Untuk direnungkan..

Pemilu sudah dekat, persaingan politik semakin ketat. Eskalasi tindak kekerasan terus meningkat. Hal ini wajar di era demokrasi, semua partai politik berupaya mencari dukungan bertujuan memperjuangkan kepentingan rakyatnya, selama cara-cara yang dilakukan tidak bertentangan dengan undang-undang.

Namun hal ini menjadi tidak wajar bila dalam mencari dukungan menghalalkan segala cara, mengancam, memaksa bahkan membunuh rakyatnya sendiri akibat ketidakmampuan menarik simpati masyarakat, sehingga khawatir kedudukannya akan tergeser.

Kemenangan Pemilu yang diraih dengan cara yang tidak demokratis menghasilkan pemimpin yang tidak sesuai harapan rakyatnya, menghasilkan pemimpin yang tidak mewakili rakyatnya tetapi mewakili dirinya sendiri atau kelompoknya.

Pertanyaanya siapa yang akan disalahkan bila masyarakat sendiri pasrah terhadap keadaan, tidak ada upaya pencegahan. Kondisi ini terus akan berkembang selama masyarakat masih diam dan terus membiarkan virus-virus masuk menggerogoti pikiran rakyatnya.

Ini merupakan embrio yang dapat menghancurkan ”Perdamaian”. Oleh karenanya bila masyarakat tidak ingin perdamaian ini berakhir, maka masyarakat harus berani meninggalkan mereka dan ini masih ada kesempatan. Pemilu kedepan menjadi moment yang sangat baik bagi masyarakat untuk mempertahankan perdamaian dan merubah kondisi keamanan menjadi lebih baik.

Situasi tidak akan berubah bila masyarakat sendiri tidak ingin merubahnya. Kondisi keamanan kedepan sangat dipengaruhi dan ditentukan seberapa besar dukungan masyarakat terhadap mereka. Semakin besar dukungan masyarakat terhadap mereka, semakin besar pula ancaman keamanan yang akan dihadapi oleh masyarakat.

Sebaliknya, semakin kecil dukungan masyarakat terhadap mereka, semakin kecil pula ancaman yang dihadapi oleh masyarakat.

Oleh karena itu salurkan dukungan suara masyarakat pada Pemilu mendatang sesuai dengan aspirasi. Cegah sedini mungkin virus-virus yang dapat menghancurkan masa depan masyarakat.

Jangan lagi termakan isue-isue yang menyesatkan, jangan lagi termakan  istilah sibak rokok teuk Aceh akan merdeka. itu mimpi di siang bolong. Kita semua perlu belajar sejarah dan pengalaman masa lalu agar kita tidak jatuh pada lobang yang sama.

Semoga bermanfaat..

**Penulis adalah pemerhati sosial politik di Aceh

%d blogger menyukai ini: