Pemuda Aceh Tengah Gelar Seminar Bahaya Narkoba di Hadiri Kepala BNN Aceh

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser pada acara seminar pencegahan bahaya Narkoba di Takengon

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon – lingepost.com : Pemuda Aceh Tengah yang dimotori oleh KNPI dan GMNI menggelar kegiatan Seminar Bahaya Narkoba di Gedung Olah Seni Takengon, Selasa 13 Februari 2018.

Seminar tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Anggota DPR RI Tagore Abubakar, dan Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi.

Ketua Panitia, Mulyadi, menyampaikan bahwa seminar tersebut terselenggara atas dasar semangat pemuda di Aceh Tengah, dalam upaya mencegah bahaya Narkoba yang kondisinya saat ini semakin mengkhawatirkan.

“Kami gelisah dengan kenyataan penyalahgunaan Narkoba di kalangan yang relatif besar, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih sering seperti seminar yang kita lakukan,” kata Mulyadi disela kegiatan seminar.

Seminar bertema “Pencegahan Narkoba melalui Kearifan Lokal” tersebut menurut Mulyadi juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, DPRK Aceh Tengah, dan berbagai pihak.

Bupati Shabela Abubakar dalam sambutannya juga mengapresiasi langkah para pemuda yang dinilai sudah memiliki kepedulian besar terhadap bahaya Narkoba dengan berinisiatif membuat kegiatan seminar tersebut.

Menurutnya, hal itu sangat penting untuk bisa memberi pemahaman kepada masyarakat luas, khususnya kalangan generasi muda agar menjauhi Narkoba.

“Persoalan Narkoba ini lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Untuk mencegah peredarannya masyarakat harus paham bentuk dan akibat yang ditimbulkan dari Narkoba,” tutur Shabela.

Kearifan lokal di tengah masyarakat Gayo, kata Shabela, juga dapat menjadi benteng pencegahan peredaran Narkoba di tengah masyarakat.

Hal itu, kata dia, bisa dilakukan dengan terus meningkatkan kebersamaan, saling mengingatkan, saling pengertian, dan saling berbagi informasi, jika mengetahui ada warga di lingkungan sekitar yang terindikasi sebagai pengguna Narkoba.

“Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran Narkoba, mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan kampung, hingga ke struktur pemerintahan lebih tinggi,” ujarnya.

Seminar anti Narkoba tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Fakta Integritas sebagai komitmen bersama untuk mencegah dan memberantas peredaran Narkoba di Aceh Tengah.

%d blogger menyukai ini: