Kadispora Abadi : Kalau Tanya ke Saya ya Olahraga yang Betul-betul Aktif yang Dikirim, Kalau mau Belajar Gak Usah ikut Tanding

Kadispora Aceh Tengah Abadi

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon – lingepost.com : Menanggapi kekurangan dana yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk keikutsertaan 29 cabang olahraga Aceh Tengah di ajang Pra Pora tahun 2017, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah, Abadi, mengatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memutuskan hal itu.

Namun, Abadi, menyampaikan jika nantinya pendanaan yang diharapkan tersebut tidak terpenuhi maka harus diseleksi cabang olahraga tertentu saja yang akan diberangkatkan menuju Pra Pora.

“Kalau memang pendanaannya tidak ada kita mau bilang apa, dengan apa kita bisa pergi ikut Pra Pora kan. Kemudian dana Rp 400 juta yang sudah ada, ya kan kita bisa maksimalkan,” tutur Abadi, saat ditemui lingepost.com, di ruang kerjanya, Kamis 15 Juni 2017.

“Kalau tanya ke saya, ya olahraga yang betul-betul aktif  yang dikirim, kalau mau belajar gak usah ikut tanding, belajar dulu ya kan. Ini mohon maaf lah, mungkin agak keras sedikitkan. 'Ke lagu siperen kam ne gere latihen keta entimi beloh ya',” ujarnya lagi.

Menurut, Abadi, seleksi terhadap cabang olahraga prioritas menjadi jalan terakhir  agar Aceh Tengah bisa tetap mengikuti Pra Pora jika pendanaan tidak mencukupi. Namun hal itu, kata dia lagi, juga harus diputuskan berdasarkan kesepakatan bersama.

“(Cabang olahraga) yang betul memang ada organisasinya, yang latihannya memang udah kontinyu. Karena gak ada olahraga yang tiba-tiba untuk  jadi juara, gak ada. Harus ada penjenjanganlah, artinya kadernya itu siapa, ya kan. Kader yang ada itu kemudian kita lihat, kalau mau main voli tingginya berapa, fosturnya seperti apa, kemudian dibina, atau ikut latihan di organisasi atau di masyarakat, kan kita lihat itu yang seperti itu, terus ada organisasinya, mau ikut bertanding itu wajarkan. Tapi kalau masih mau belajar, 'latihen gere penah renye mele ikut tandeng', ya belum masanya lah,” tutur Abadi.

“Kan paling disitu nanti kalau memang pendanaannya ndak memadai. Kita seleksi sama-sama. 'Urum-urum kite engon si siwajar' kita tampilkan. Tapi ini kan bukan keputusan kita, ini akan kita buat apa namanya, ya kesepakatan bersama lah. Kalau nanti dana itu tersedia semua, ya ndak ada masalah berarti, kita upayakan semua ikut,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut terkait Aceh Tengah yang akan menjadi tuan rumah Pra Pora 2017 untuk dua cabang olahraga, yakni karate dan tenis lapangan, Abadi, menanggapinya sebagai sebuah persoalan yang masih menjadi tanda tanya.

Menurutnya, provosal terkait pengusulan penambahan anggaran pun baru diterima oleh pihaknya.

“Nah ini salah satu persoalan yang saya sendiri tanda tanya juga. Pra Pora 2017 bahkan sudah mau berjalan, provosal pun baru kita terima kemarin dari KONI, artinya pendanaan itu perlu prosedur.”

“Tapi walaupun demikan kita berharap, ini semua pihak akan mendukung, TAPD akan mendukung, DPRK juga sebagai leseglasi nanti akan mendukung, untuk bisa memenuhi pendanaan ini dengan cepat, kan itu harapan kita,” ucap Abadi.

%d blogger menyukai ini: