GMNI Aceh Tengah Kecam Pemukulan Peserta Aksi Tolak Tambang Emas

Korban cidera Saparuda merupakan kader GMNI Aceh Tengah harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Takengon | lingePost : Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Mulyadi mengecam tindakan pemukulan oleh pihak keamanan dalam aksi unjukrasa di DPRK setempat, Senin.

Menurut Mulyadi satu orang kader GMNI mengalami cidera dan sempat pingsan di lokasi akibat pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi dan sat pol pp.

“Saya merasa heran atas kejadian ini, seharusnya oknum polisi dan satpol pp mengayomi dan memfasilitasi kegiatan aksi tersebut bukan menyerang para mahasiswa dan organisasi lainya,” tutur Mulyadi.

“Saya selaku Ketua GMNI Aceh Tengah mengutuk keras atas tindakan tersebut dan akan menyurati Kapolri, Kapolda Aceh, dan kepala Dinas Satpol PP WH. Dan saya berharap kapolda Aceh menindak tegas terhadap pelaku pemukulan,” sebutnya.

Aksi penolakan terhadap tambang emas oleh massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Adat Gayo Menolak Tambang (Amanat) memang sempat diwarnai kericuhan hingga mengakibatkan satu perserta aksi cidera dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Korban cidera bernama Saparuda merupakan kader GMNi Aceh Tengah. Pantauan wartawan di lokasi korban sempat diseret ke dalam gedung dewan oleh sejumlah orang berseragam Sat Pol PP dan seragam kemeja putih.

Sesampai di ruang lobi gedung dewan korban tampak pingsan tak berdaya lalu orang-orang yang tampak menyeret paksa korban meninggalkannya begitu saja.

Massa yang mengetahui adanya korban cidera tersebut juga sempat terpancing emosi hingga bentrokan dan saling dorong dengan pihak keamaan tak terelakan.

Sebelumnya, massa memulai aksi dengan melakukan orasi di Bundaran Simpang Takengon lalu berpindah ke Gedung DPRK Aceh Tengah.

Ketua DPRK Aceh Tengah Ansarudin Syarifuddin Naldin sempat menemui massa di halaman gedung dewan dan meminta waktu untuk dirinya dapat menghubungi pihak pemerintahan terkait tuntutan massa.

Ditengah aksi massa juga sempat mendatangi Kantor Bupati Aceh Tengah yang hanya bersebelahan dengan gedung dewan untuk tujuan hendak meminta penjelasan langsung dari Bupati Shabela Abubakar.

Namun massa hanya ditemui oleh Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus. Dia menyampaikan bahwa bupati sedang tidak berada di tempat.

Karena itu massa akhirnya kembali ke gedung dewan. Setelah menunggu massa pun dipersilahkan memasuki ruang sidang gedung dewan untuk menyampaikan tuntutan mereka.

 

 

Reporter : Kurnia Muhadi
Editor :
%d blogger menyukai ini: