Massa Demo Tambang : Sekali Tolak Tetap Tolak, Tidak ada Negosiasi

Massa aksi tolak tambang melakukan orasi di halaman Gedung DPRK Aceh Tengah, Jum'at.

Takengon | lingePost - Massa aksi unjukrasa menolak kehadiran tambang emas di bumi Gayo mendesak DPRK Aceh Tengah untuk tetap menyatakan sikap tegas menolak tambang dan tidak melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan tambang.

"Sekali tolak tetap tolak, tidak ada negosiasi," seru koordinator aksi, Mawardi, dalam orasinya di halaman Gedung DPRK Aceh Tengah, Jum'at 30 Agustus 2019.

Untuk itu massa dari elemen mahasiswa tersebut juga meminta setiap Anggota DPRK Aceh Tengah menandatangani fakta integritas penolakan terhadap tambang emas di Gayo dan penandatanganannya langsung dilakukan di hadapan massa aksi.

Namun dari 30 Anggota DPRK Aceh Tengah yang diharap menandatangani fakta integritas tersebut, hanya beberapa saja dewan yang ikut membubuhkan tandatangannya, karena tidak semua anggota dewan hadir di sana alias tidak masuk kantor.

Hal ini membuat situasi sempat memanas karena massa mahasiswa tetap mendesak seluruh dewan untuk ikut membubuhkan tandatangannya pada saat itu juga.

Beberapa mahasiswa bahkan sempat memeriksa langsung ruang kerja para wakil rakyat tersebut untuk memastikan siapa saja yang berada di sana guna meminta tandatangannya di lembaran fakta integritas.

Massa akhirnya membubarkan diri jelang ibadah shalat Jum'at dan hanya berhasil mendapatkan tandatangan dari 9 anggota dewan.

Namun massa menyerukan akan kembali melakukan aksi serupa sampai tuntutan mereka tercapai.

Sebelumnya, massa memulai aksi unjukrasa dengan melakukan orsasi di kawasan Tugu Simpang Lima Takengon. Elemen mahasiswa ini tergabung dari sejumlah lembaga, diantaranya HMI dan GMNI Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Massa aksi tolak tambang melakukan longmarch dari Tugu Simpang Lima Takengon menuju Gedung DPRK Aceh Tengah

Kemudian barulah massa menuju Gedung DPRK Aceh Tengah untuk menyampaikan aspirasinya dan meminta lembaga dewan itu menyatakan sikap tegas menolak kehadiran tambang di bumi Gayo.

"Tambang adalah penghianatan. Janji-janji pembangunan dan kesejahteraan dengan membuka tambang adalah omong kosong," ujar seorang peserta aksi, Satria Darmawan, dalam orasinya.

 

Reporter : Kurnia Muhadi
Editor :
%d blogger menyukai ini: