Ayo Patuhi Protokol Kesehatan Demi Keselamatan Diri dan Keluarga

Ilustrasi

lingePost - Memasuki akhir Juni 2021, lonjakan kasus positif Covid-19 di tanah air terus meningkat pasca libur akhir tahun lalu.

Satgas Penanganan Covid-19 nasional bahkan melaporkan penyebaran pandemi saat ini hampir mencapai puncaknya dengan angka kasus aktif mencapai 160.524 kasus.

Kesadaran setiap kita saat ini sangat diharapkan untuk dapat menekan dan mengendalikan penyebaran pandemi ini. Caranya tentu dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pemerintah telah mengkampanyekan gerakan 5M untuk dapat menjadi tameng bagi pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Lalu apa itu 5M? Yaitu :
1. Memakai masker.
2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
3. Menjaga jarak.
4. Menjauhi kerumunan, dan
5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Kelima poin ini diharapkan dapat diterapkan oleh siapapun saat ini untuk ikut berkontribusi dalam pengendalian laju penyebaran pendemi di tengah masyarakat.

Kemudian, masyarakat saat ini juga dapat membentengi diri dengan vaksinasi Covid-19. Pemerintah telah menggalakkan pemberian vaksin secara massal kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kekebalan komunal terhadap virus Covid-19.

Lalu, tahukah apa itu Vaksin? Berdasarkan penjelasan di laman https://covid19.go.id/ menjelaskan bahwa Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Sedangkan gerakan vaksinasi artinya adalah pemberian vaksin dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

Pemerintah menggalakkan pemberian vaksin ini kepada masyarakat secara gratis, jadi tak tak perlu khawatir, tinggal datangi saja tempat-tempat penyelenggaran vaksinasi massal yang telah ditetapkan oleh pemerintah di masing-masing daerah.

Pemerintah juga menjamin vaksin aman dan halal. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan sejak awal pemerintah ikut menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kehalalan vaksin yang digunakan.

Karena itu Wiku meminta masyarakat untuk tidak takut dan ragu terhadap vaksin Covid-19.

"Uji klinis merupakan tahap yang harus dilalui setiap vaksin untuk memastikan aman digunakan manusia dan memiliki efektivitas menghasilkan imunitas tubuh terhadap Covid-19," kata Prof Wiku Adisasmito pada awal rencana program vaksinasi di akhir tahun 2020.

Wiku juga meyakinkan bahwa pengembangan vaksin Covid-19 melibatkan para pakar bidang kesehatan dan WHO.

Hal itu kata dia bertujuan untuk memonitor dan memastikan bahwa vaksin ini aman digunakan. Selain itu, kerjasama yang erat juga dijalin untuk menginvestigasi dan mengkomunikasikan isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin.

"Jika ditemukan isu-isu yang perlu ditindaklanjuti, maka pemerintah akan melaporkan ke WHO dan akan dievaluasi oleh Global Advisory Comitte on Vaccine Safety," ujarnya.

Bahkan untuk lebih memberikan kepastian tentang keamanan dan kehalalan vaksin ini kepada masyarakat, Presiden RI Joko Widodo telah menjadi orang pertama yang menerima dosis vaksin ini.

Presiden Jokowi divaksin pada 13 Januari 2021 sebagai orang pertama di negara ini yang menerima suntikan vaksin. Hal itu juga disiarkan langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden untuk dapat dilihat oleh masyarakat luas.

Presiden Jokowi di berbagai kesempatan juga terus mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin.

Jadi tunggu apa lagi, ayo bentengi diri dan keluarga dengan mengikuti vaksinasi di tempat-tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.

Karena setiap kita adalah rantai penyebaran Covid-19. Kesadaran kita lah yang menjadi benteng bagi pencegahannya.

Ayo jaga diri kita dan keluarga, patuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, jalankan 5M, dan ikuti vaksinasi.

 

KM

 

%d blogger menyukai ini: