Ada Tembakan dan Ledakan Bom di Setdakab Aceh Tengah

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon - lingepost.com : Rentetan suara tembakan senjata tiba-tiba bergemuruh di sekitar perkantoran Sekretariat Daerah (Setdakab) Aceh Tengah, sekira pukul 11.00 WIB, Kamis 3 September 2015.

Bahkan, satu ledakan besar sempat menghentak suasana dan mengejutkan setiap orang yang berada di dekat areal perkantoran tersebut.

Dari pintu masuk ke gedung kantor Asisten Pemerintahan setempat, tampak dua orang berpakaian preman bersiaga dengan menenteng senjata api laras panjang. Beberapa orang lainnya, berada di dalam gedung.

Mereka adalah teroris. Mereka orang-orang yang mengacau dan menyandera beberapa pegawai kantor pemerintahan disana.

Namun kekacuan tak berlangsung lama. Aksi kelompok teroris itu langsung bisa dilumpuhkan, setelah 50 puluh personel TNI dari pasukan antiteror, tiba disana.

Secara cepat pasukan ini merobohkan para teroris. Hanya butuh waktu kurang dari 1 menit,  para sandera pun berhasil diselamatkan.

Itulah adegan pengamanan anti teror yang diperagakan oleh pasukan terlatih dari Batalyon Infanteri 112/Reider Kodam Iskandar Muda.

Pasukan ini sengaja menggelar latihan di Aceh Tengah, untuk mengasah ketangkasan prajurit sekaligus untuk mengenal lokasi pengamanan.

Latihan tersebut juga dipimpin langsung oleh prajurit terlatih asal Gayo, Lettu Fitra RS, yang saat ini menjabat Komandan Kompi Reider 112.

Sementara, Komandan Batalyon Infanteri 112/ Reider, Mayor Inf Wiji Kurnia Suliswaryadi, kepada lingepost.com mengatakan bahwa pihaknya memang rutin menggelar latihan tersebut, guna untuk mengasah kemampuan para prajurit serta untuk pengenalan lokasi.

"Kita bermain dengan 80 orang, ada pelaku dan pendukung. Ini rutin kita laksanakan. Karena kita di bawah Kodam, jadi harus mengenali semua lokasi pengamanan," kata Mayor Inf Wiji Kurnia saat ditemui lingepost.com usai menggelar latihan.

Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Kodim 0106 Aceh Tengah, Letkol Arm Ferry Ismail, bahwa latihan seperti itu diperlukan, agar prajurit bisa lebih mengenali setiap lokasi yang menjadi wilayah pengamanan mereka.

Pertunjukan latihan anti teror ini juga disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah Nasaruddin didampingi Dandim dan Kapolres Aceh Tengah, bersama unsur pimpinan daerah setempat.

Aksi para parajurit juga menarik perhatian masyarakat di seputaran kota Takengon, yang sengaja mendatangi lokasi untuk dapat melihat langsung pertunjukan anti teror tersebut.

%d blogger menyukai ini: