PETA dan GMNI Temui Sekda BM Tuntut Ja'far Minta Maaf

Laporan : Kurnia Muhadi

Redelong - lingepost.com : Elemen Ormas Pembela Tanah Air (PETA) bersama unsur Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bener Meriah kembali menuntut Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bener Meriah, M Ja'far, untuk minta maaf kepada masyarakat Gayo atas ucapannya yang dinilai dapat memicu konflik SARA di Bener Meriah.

Puluhan orang dari PETA dan GMNI mendatangi Setdakab setempat dan bertemu Sekretaris Daerah (Sekda) Bener Meriah, Ismarissiska, pada Selasa 25 Oktober 2016.

Para pihak kemudian membahas masalah yang terjadi dengan mendengarkan langsung tuntutan pihak PETA dan GMNI. Dalam forum tersebut hadir pula Ketua DPRK Bener Meriah Guntarayadi.

Pada kesempatan tersebut pihak PETA menyampaikan bahwa masalah yang sedang terjadi harus diselesaikan secepatnya oleh pihak terkait, untuk tidak terjadi gejolak yang tidak diharapkan.

"Saudara Asisten I M Ja'far harus menyampaikan permintaan maaf melalui media massa. Setelah itu nanti apakah kita akan duduk bersama lagi untuk menyelesaikan masalah ini, saya rasa itu yang perlu bapak (Sekda) tanggapi, karena ini penting bagi kita," tutur seorang perwakilan PETA di hadapan Sekda Ismarissiska dalam forum tersebut.

Hal senada juga disampaikan perwakilan GMNI. Ketua GMNI, Aramiko Aritonang, menegaskan bahwa pihaknya tetap menuntut, M Ja'far, minta maaf karena dinilai telah menyinggung masyarakat Gayo dengan melontarkan perkataan yang tidak pantas.

"Kita meminta, bersama teman-teman PETA agar saudara Ja'far ini mengakui kesalahannya. Dan meminta maaf kepada masyarakat Bener Meriah pak. Dan kemarin kita sudah rapat dengan teman-teman PETA supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya dia (Ja'far) meninggalkan Kabupaten Bener Meriah ini. Karena kita anggap dia adalah sumber pemicu konflik SARA pak," tutur Aramiko Aritonang.

"Banyak sudah fenomena yang terjadi di Bener Meriah ini, akibat oleh pejabat daerah sendiri pak. Tidak memberikan tauladan, tidak memberikan contoh baik. Sehingga hal-hal yang negatif sering terjadi di Bener Meriah," kata Aramiko lagi.

Sementara, Sekda Ismarissika, dalam kesempatan tersebut berjanji akan memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut antara pihak terkait.

"Kami juga berkomitmen untuk tidak terjadi (Konflik) SARA di Kabupaten Bener Meriah ini. Kami atas nama Pemerintah Daerah hari ini berkomitmen dia (Ja'far) harus meminta maaf. Kalau memang ada regulasinya kami akan berikan sanksi," tutur Sekda Ismarissiska.

"Kemudian adinda Aramiko tadi menyampaikan supaya beliau (Ja'far) meninggalkan Bener Meriah. Yang kedua ini mungkin saya belum bisa menjawab, mungkin dengan teman-teman asisten bisa menambahkan, ini komitmen kita. Saya atas nama pemerintah daerah berbicara ini, walaupun tidak dihadiri oleh pak bupati, tapi atas nama pemerintah daerah," ujarnya.

%d blogger menyukai ini: