Nasaruddin Minta nama Bandara Rembele Takengon Tetap Dipertahankan 

Bupati Aceh Tengah Nasaruddin saat berbicara pada forum penelusuran dan penulisan sejarah Bandara Rembele, Sabtu 29 Juli 2017

Laporan : Kurnia Muhadi

Redelong - lingepost.com : Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, mengharapkan nama Bandara Rembele Takengon tetap dipertahankan. Hal itu disampaikannya saat berbicara pada forum penelusuran dan penulisan sejarah Bandara Rembele, di Aula Bandara setempat, Sabtu 29 Juli 2017.

Menurutnya, selain nama tersebut sudah baku dan disebarluaskan secara resmi oleh Kementerian Perhubungan RI dalam dunia penerbangan nasional maupun international, nama Bandara Rembele Takengon juga dinilai menjadi perekat bagi masyarakat Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Tengah sebagai Kabupaten induk dan dua kabupaten bersaudara.

"Banyak Bandara di daerah lain juga memiliki penamaan serupa, seperti Bandara Iskandar Muda disebutkan nama Banda Aceh walaupun letaknya di Aceh Besar,  karena penamaan ini punya hubungan historis dan sosiologis yang erat," tutur Nasaruddin.

"Sebagai seorang warga masyarakat Gayo kami mengharapkan nama bandara Rembele Takengon tetap dipertahankan karena menjadi perekat bagi masyarakat," ujarnya.

Pembahasan sejarah Bandara Rembele hari itu dibuka oleh Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Turut hadiri sejumlah tokoh yang berperan langsung maupun tidak langsung dalam mewujudkan pembangunan Bandara tersebut.

%d blogger menyukai ini: