Lantik Pejabat Struktural Eselon II, III, dan IV Plt Bupati Minta Etos Kerja Ditingkatkan
Redelong – lingepost.com : Pelaksana tugas Bupati Kabupaten Bener Meriah melantik pejabat struktural eselon II, III, dan IV dilingkungan pemerintah setempat, Selasa (3/1) di Gedung Olah Raga dan Seni (GORS) Redelong. Pelantikan tesrebut sesuai dengan PP 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.
Hadir dalam acara pelantikan itu, unsure Forkopimda, Para Pimpinan Perbankan, Para pajabat perangkat daerah, para camat, serta para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah.
Plt Bupati Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo, MM usai melantik dan mengambil sumpah para pejabat struktural eselon II dan III menyampaikan, mari tingkatkan etos kerja.“Etos kerja menurut pandangan kita yang beragama islam, atau yang sering kita sebut kita sebagai orang muslim selalu melihat etos kerja itu dengan kesadaran tinggi, meliputi tiga dimensi, dimensi yang pertama adalah dimensi aku tau, dimensi ini mungkin kita memahaminya sebagai ma’rifah. Diminsi aku tau, siapa aku, bagaimana aku, bagaimana relasiku, bagaimana tabiatku, bagaimana kebiasaanku, bagaimana tradisiku, bagaimana kelajimanku, dan bagaimana kinerjaku. Inilah dimensi aku tau yang sering kita kenal dengan ma’rifah,”kata Darjo.
Dia melanjutkan, etos kerja yang kedua adalah, dimensi aku berharap, dimensi hakikat ada didalamnya, “berharap apa, tentu berharap ridho ALLAH SWT. Aku berharap dengan jabatan ini semakin tinggi dedikasiku dan loyalitasku terhadap Negara dan bangsa, aku berharap kinerjaku semakin bagus, aku berharap berdiri disini mempunyai arti bagi negeri ini, aku berharap berdiri disini tidak sia-sia, aku berharap berdiri disini tidak dengan kebohongan, aku berdiri disini tidak dengan kepalan tinju, aku berharap berdiri disini menjadi putra terbaik Kabupaten Bener Meriah, aku berharap berdiri disini membangun negeri diatas awan menjadi lebih baik, itulah dimensi kesadaran etos kerja yang disebut hakikat,” ujarnya.
Sementara etos kerja yang ketiga kata Darjo adalah, dimensi syariat, dimensi aku berbuat, “tanpa dimensi aku berbuat, maka pelantikan eselon II, dan III ini bapak ibu sekalian akan menjadi hampa, tentunya saldo kita akan berkurang, tidak ada investasi duniawi dan tidak ada investasi ukhrawi, makannya dalam kesempatan ini saya menilai dengan etos kerja dimasa yang akan datang,”jelasnya.
Lebih jauh disampaikan Plt Bupati Bener Meriah itu, melaksanakan tugas dengan penuh kesadaran melalui dimensi ma’rifah, dimensi hakikat, dan dimensi syariat kita bangga hadir disini, maka dalam kesempatan itu, Darjo mengingatkan akan etos kerja orang Jepang, orang Jepang itu selalu ingin meningkatkan kemampuannya, meningkatkan pelajarannya dan selalu ingin melahirkan sesuatu hal yang baru. Seperti yang pernah diprakarsai oleh seorang insinyur Jepang, kalau ingin memperbaiki sebuah negeri maka etos kerja harus ditingkatkan, tidak boleh bermain-main. “di Jepang setiap kali ada pelantikan seperti ini, kepada pejabat di Jepang kepada para insinyur selalu diamanahkan oleh perdana menteri, jika tidak ada perubahan kita tidak akan pernah maju, jangan pernah berpikir maju, kalau cara kerja kita sama dari waktu kewaktu, kalau ingin maju menurut insinyur Jepang kita harus merubah cara kerja kita, merubah etos kerja kita, merubah segalasesuatunya. Untuk itulah pada hari ini saya mengajak kita semua, marilah kita selalu tingkatkan etos kerja kita sebagai abdi Negara, dan abdi masyarakat, untuk melakukan yang terbaik bagi Kabupaten Bener Meriah yang kita cintai dan kita banggakan ini,”pinta Drs. Hasanuddin Darjo, MM.
Dia menjelaskan, prosesi pelantikan dan pengukuhan jajaran pejabat eselon II dan III Kabupaten Bener Meriah sesungguhnya didasari oleh beberapa hal yang sangat prinsipil, yang pertama Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 Tentang pemerintahan daerah, PP nomor 18 Tahun 2016 Tentang perangkat daerah, Permendagri nomor 74 Tahun 2016 Tentang cuti diluar tanggungan Negara bagi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota karena mengikuti prosesi Pilkada, qanun Kabupaten Bener Meriah nomor 2 Tahun 2016 tentang susunan dan organisasi tatakerja Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, dan selanjutnya petunjuk teknis tata lembaga pengususan Aceh Tahun 2017.
“Pelantikan pejabat eselon II dan III ini selain amanah dari perundang-undang juga dimaksutkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan untuk publik, hal ini kata Darjo tertuang didalam surat izin dari Menteri Dalam Negeri RI nomor 821. 23 /5008 / SJ Tanggal 30 Desember 2016, mengenai pelantikan pejabat baru di Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, sesuai dengan PP nomor 18 Tahun 2016 dimana dalam pasal 95 samapai dengan 101 disebutkan bahwa dalam mengisi jabatan perangkat daerah harus mengutamakan sistem mirip yaitu disamping unsur yang wajib dipenuhi oleh undang-undang nomor 5 Tahun 2014 juga memiliki kopentensi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dalam izin Menteri Dalam Negeri tersebut disebutkan bahwa jumlah pejabat eselon II sebanyak 31 orang, pejabat eselon III 154 orang dan eselon IV 324 orang di Kabupaten Bener Meriah. Khusus untuk Badan Pertanahan yang berkedudukan di Kabupaten dalam waktu singkat ini juga akan saya lantik, sembari menunggu penyerahan P3D dari Pemerintah Aceh. Adapun Perpres dan Permendagrinya telah kita terima, kemudian yang tak kalah penting lainnya adalah lembaga semi pertikal, seperti Kesbangpol yang akan diatur berikutnya secara teknis, maka untuk itulah, baik BPN dan Kesbangpol untuk sementara kita tunda sampai terbit pelaksanaan peraturan pelaksanaan teknisnya nanti,”terang Darjo.
Disamping itu terang Plt Bupati Bener Meria Drs. Hasanuddin Darjo, MM, ada beberapa nomenplatur dinas dan badan yang terjadi peleburan dan penggabungan itu tentu berdampak pada ketersediaan sumber daya aparatur yang dimiliki Bener Meriah, memiliki kompetensi dibidangnya, ada secara maksimal ditempatkan sesuai aturan, adapula yang ditempatkan berdasarkan pengalaman mengingat terbatasnya sumber daya yang kita miliki di kabupaten ini, namun hal tersebut kata Darjo, tidak menyurutkan langkah untuk menempatkan putra- putra terbaik Kabupaten Bener Meriah untuk membangun masyarakat kabupaten yang lebih baik lagi. “Pelantikan ini hendaklah dimaknai dari sudut kepentingan organisasi bukan sekedar penempatan pigur-pigur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan-kepentingan tertentu, pembenahan dan kemantapan akan organisasi dalam rangkat meningkatkan kinerja dan penyelengaraan tugas serta pelayanan yang maksimal dan optimal. Pertimbangan utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai negeri adalah kopetensi, pengabdian dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada Negara sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang aparatur sipil Negara. Oleh karenanya setiap pejabat memiliki kemaun yang kuat untuk memiliki wawasan yang luas dan siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, dengan demikian maka diharapkan para pejabat dapat menjadi roda penggerak organisasi pemerintahan kita di Kabupaten Bener Meriah ini,”paparnya.
Darjo menegaskan, bagi pejabat yang mendapat promosi jabatan, jangan terus bereporia, tetapi segeralah menyusun program kerja untuk meningkatkan kualiatas kirja, juga kepada pejabat yang lama agar dapat langsung menyerahkan aset dan dokumen kepada pejabat baru sesuai dengan nota aset yang terdapat pada instansi yang lama dipimpin, hal ini penting, karena kita ingin para pejabat yang baru dapat segera bekerja dengan maksimal dan optimal. Darjo juga mengingatkan kepada pejabat tinggi pertama dan pejabat administrasi, administrator yang strategis agar segera berdomisili sesuai amanah pimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah di Kabupaten Bener Meriah.
Sementara itu pada pukul 14:00 WIB Plt Bupati Kabupaten Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo kembali melantik sebanyak 324 pejabat eselon IV dilingkunagn Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah. (rel)