Koalisi Kopi Gayo Sebut Penerimaan Retribusi Kopi Gayo Bocor

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon - lingepost.com : Koalisi Petani Kopi (KPK) Gayo menyebut dugaan adanya kebocoran penerimaan retribusi kopi di Kabupaten Aceh Tengah selama ini, sehingga berpotensi merugikan pendapatan daerah.

Koordinator KPK Gayo, Zam-Zam Mubarak, kepada lingepost.com mengatakan bahwa dari pendataan dan perhitungan pihaknya, retribusi kopi gayo seharusnya mampu menyumbang Rp 7 miliyar s/d 8 miliyar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tengah per tahun.

"Produksi kopi gayo mencapai 25-35 ton per tahun. Jika dikalikan dengan nilai retribusi yang seharusnya Rp 250 rupiah/kg, maka lebih kurang pendapatan retribusi kopi mencapai Rp 7 miliyar s/d Rp 8 miliyar," kata Zam-Zam Mubarak, Kamis 1 September 2016.

"Yang menjadi persoalan sekarang, penerimaan retribusi di sektor kopi saja diduga kuat adanya kebocoran, dengan tidak tercapainya realisasi menurut data tadi. Kami sudah mengumpulkan semua data yang menunjukkan bahwa retribusi kopi memang seharusnya mampu menyumbang PAD besar untuk daerah," ujarnya.

Zam-zam menyebut selama ini pendapatan daerah dari penerimaan retribusi kopi gayo hanya mencapai kisaran Rp 2 miliyar/tahun. Menurutnya, nilai itu jauh dari reaslisasi yang seharunya dicapai.

"Kita pertanyakan bagaimana mekanisme penerimaan retribusi kopi yang dilakukan oleh dinas terkait," ucapnya.

Zam-Zam menambahkan bahwa hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak, mengingat PAD adalah cara yang tepat untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi suatu daerah.

"Kalau ada pendapatan yang bocor secara otomatis pemasukan daerah berkurang. Secara otomatis juga hal-hal yang menyangkut program-program daerah, khususnya ke sektor kopi, saya yakin juga tidak akan maksimal," tutur Zam-Zam.

Disisi lain, Zam-Zam, juga berharap penerimaan retribusi kopi bisa dikembalikan ke sektor kopi untuk lebih memberdayakan petani kopi.

"Jika ada pendapatan yang signifikan, seharusnya kan pendapatan itu pun dikembalikan lagi ke kopi, apakah untuk pembinaan petani kopi dan lain-lain," ujarnya.

%d blogger menyukai ini: