Jembatan Putus Sejak 2018, Akses Warga Lane ke Perkebunan Terganggu

Lokasi Jembatan Gantung Lane yang telah putus total. Kini warga harus menggunakan sampan untuk menyeberangi sungai.

Redelong | lingePost – Jembatan gantung di Kampung Lane Samar Kilang, Kecamatan Syah Utama, Kabupaten Bener Meriah, putus sejak akhir 2018.

Warga setempat sangat mengharapkan pembangunannya kembali karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju lahan perkebunan menyeberangi Sungai Jambu Air.

Reje Kampung Lane, Iskandar, kepada wartawan, Selasa, menuturkan bahwa jembatan gantung sepanjang 80 meter tersebut putus total sejak 18 Desember 2018 akibat diterjang banjir bandang.

Menurutnya jembatan tersebut pertama kali dibangun pada tahun 2016 menggunakan dana desa.

Namun untuk pembangunannya kembali, saat ini Iskandar mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah karena jembatan tersebut rusak akibat bencana.

“Awal 2019 sudah kita usulkan perbaikan ke BPBD Bener Meriah, namun sampai sekarang belum ada hasilnya,” tutur Iskandar.

Iskandar menjelaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

Sejak jembatan putus, kata Iskandar, akses masyarakatnya ke lahan perkebunan terganggu apalagi saat musim panen tiba.

“Di sana juga ada lahan ternak warga. Jadinya masyarakat kalau mau bawa ternak harus nyeberang sungai. Kalau panen pinang harus pake sampan, itu pun kalau kondisi air normal, kalau air sungai besar tidak bisa sama sekali,” sebut Iskandar.

Karena itu, Iskandar, selaku reje kampung sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membangun kembali jembatan tersebut.

“Harapan kita Pemda bisa segera memperbaiki,” ucap Iskandar.

 

Reporter : Kurnia Muhadi
Editor :
%d blogger menyukai ini: