GMNI Minta Bupati Evaluasi Kinerja Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah

Kantor Disbudparpora Aceh Tengah

Takengon | lingePost – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah meminta Bupati Aceh Tengah melakukan evaluasi kinerja Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Jumadil Enka, karena dinilai gagal dalam mempromosikan wisata daerah.

“Kadisbudparpora Aceh Tengah tidak punya rasa malu dan gagal total atas promosi wisata yang dilakukanya, hal ini dibuktikan dengan tidak masuknya destinasi wisata yang ada di Aceh Tengah dalam Anugrah Pesona Indonesia (API) 2019,” sebut Ketua GMNI Aceh Tengah Mulyadi, Selasa.

Mulyadi menyarankan agar Kepala Dinas tersebut lebih banyak belajar lagi tentang promosi wisata.

“Apalagi program wisata, kalau tidak bisa keluar daerah, ya sama Reje Bale atau Reje Kuyun aja. Karena secara nyata kita lihat mereka sudah berbuat,” kata Mulyadi.

Dalam hal ini GMNI juga mempertanyakan kinerja apa saja yang telah ditorehkan Kepala Dinas tersebut sehingga kembali terpilih menjadi Kepala Dinas pada lelang jabatan beberapa waktu lalu.

“Solusi untuk Bupati Aceh Tengah terkait pengembangan wisata, agar mengevaluasi kinerja Dinas. Dan apabila memungkinkan untuk “ditenggelamkan” atau diganti atau di copot apabila tidak mempunyai kinerja dan program yang nyata untuk kemajuan pariwisata Aceh Tengah,” tutur Mulyadi.

Menurut Mulyadi Bupati Shabela Abubakar harus bisa menempatkan seorang kepala dinas sesuai dengan kemampuannya untuk kemajuan Aceh Tengah kedepan.

“Bukan karena kedekatakan lalu diberi jabatan sehingga seperti inilah hasil kinerja dinas, belum lagi kita kaji dinas-dinas yang lain,” sebutnya.

Lanjutnya Dinas Pariwisata Aceh Tengah seharusnya besyukur dan berterimakasih karena ada akun-akun instagram yang selama ini selalu giat dan sukarela mempromosikan destinasi wisata Aceh Tengah walaupun tanpa anggaran, sangat berbeda dengan dinas yang selalu didukung anggaran namun kinerjanya mengecewakan.

“Kita berharap Kadis Parawisata lebih optimal lagi dalam memajukan wisata daerah. Tidak numpang dengan program kepala desa, agar tidak terkesan kepala dinas plagiat dan tidak bekerja. Kalau hanya mendampingi salah stasiun tv untuk meliput wisata, itu kan program tv, bukan program dinas,” sebut Mulyadi.

Sementara Kepala Disbudparpora Aceh Tengah Jumadil Enka yang coba dikonfirmasi media ini melalui pesan seluler terkait hal ini tidak memberikan keterangan apapun.

 

Reporter : Kurnia Muhadi
%d blogger menyukai ini: