GMNI Aceh Tengah Sorot Kunker Dewan

Ketua GMNI Aceh Tengah Mulyadi
Mulyadi juga pertanyakan apakah ada membuat Satu Qanun saja yang di hasilkan setelah melakun kungker atau Bimtek di luar Daerah
Rilis

Takengon - Menanggapi kunjungan kerja Dewan pada tanggal 22 januari 2019 lalu , Mulyadi selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Aceh Tengah meminta Sekretariat Dewan untuk melaporkan secara berkala kepada publik tentang apa saja hasil dari kunjungan tersebut sekaligus apa tindak lanjut dari kegiatan tersebut, karena hal ini menyangkut penggunaan dana publik.

Selain itu Kunjungan ke kota-kota besar yang dilakukan oleh anggota DPRK Aceh Tengah selalu mengkambing hitamkan peran dan fungsi anggota DPRK sendiri , padahal secara kuantitas program legislasi yang dihasilkan sangat minim.

Mulyadi juga pertanyakan apakah ada membuat Satu Qanun saja yang di hasilkan setelah melakun kungker atau Bimtek di luar Daerah, Apabila tidak ada hasil yang jelas yang di bawa ke daerah setelah bimtek atau Kungker ini kan percuma dan terkesan hanya menghabiskan anggaran saja di mata publik. Pungkas Ketua GMNI Aceh Tengah tersebut.

Kemudian, kunjungan keluar daerah yang dilakukan oleh anggota DPRK sering melibatkan orang-orang yang tidak memiliki kompetensi, Misalnya sering melibatkan pegawai honorer ini juga sering menjadi perbincangan masyarakat.

Kami juga meminta kepada Bapak Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar, untuk mengevaluasi Sekretaris Dewan (SEKWAN) DPRK Aceh Tengah.

Sehingga perlu bagi kami sebagai Mahasiwa dan rakyat aceh tengah kata Mulyadi mengetahui apa saja agenda dewan ke bandung Dan berapa biaya yang di habiskan untuk sekali Kunjungan Kerja (Kungker) ke Luar daerah.

Karena kata beliau hari ini Rakyat sedang menjerit akibat hasil pertanian masyarakat seperti tanaman palawija sedang mengalami kemerosotan Harga Jual, Seperti Cabai Merah bulan ini rakyat sedang panen raya tapi barang yang di jual sangat lah murah bahkan ada juga yang tidak laku lagi.

Dan ini adalah masalah, tentu ini juga menjadi pertanyaan kepada pemerintah daerah maupun anggota dewan yang terhomat Apa tanggapan para petinggi rakyat saat ini, ketika petani sedang menjerit. Ungkap Mulyadi dengan raut wajah yang kesal. (Rilis)

%d blogger menyukai ini: