Di Takengon, Harga Daging dan Rempah-rempah Naik Jelang Megang

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon – lingepost.com : Memasuki hari megang Ramadhan 1437 hijriah tahun ini harga daging dan rempah-rempah di Takengon, Aceh Tengah, mulai naik.

Harga daging dari sebelumnya Rp 120/kg melonjak ke harga Rp 160/kg. Sedangkan harga rempah-rempah mengalami kenaikan bervariasi hingga turut menyebabkan naiknya harga bumbu daging.

Seorang pembeli yang ditemui di pusat penjualan daging di kawasan Pasar Bawah Kota Takengon kepada lingepost.com mengatakan masyarakat ekonomi lemah menginginkan harga daging bisa lebih rendah dan terjangkau.

"Tadi di tv kita lihat harga daging di Jakarta Rp 85 ribu/kg. Kita maunya kan harga seperti itu aja. Karena bagi masyarakat ekonomi lemah seperti kita ini kan makan daging pun setahun sekali. Tapi kalau harga tinggi kita gak sanggup beli," kata Yurni, Sabtu 4 Juni 2016.

Dia mengharapkan adanya peran pemerintah daerah untuk mengontrol dan menetapkan harga daging, agar terjangkau oleh masyarakat ekonomi lemah.

Seorang pedagang daging, Masran, mengatakan kemungkinan harga daging masih akan mengalami kenaikan pada puncak hari megang besok, Minggu 5 Juni 2016.

"Kita belum tahu besok, tapi bisa aja (Harga daging) naik lagi," kata Masran.

Sementara, harga rempah-rempah turut mengalami kenaikan jelang megang dan Ramadhan.

Pedagang bumbu daging, Sarni, mengaku kenaikan harga komiditi seperti bawang, cabai, dan kelapa gonseng, turut memicu kenaikan harga bumbu dagangannya dari harga sebelumnya Rp 10 ribu/paket menjadi Rp 15 ribu/paket.

"Pembeli pun jadi berkurang," kata Sarni.

Menurutnya, beberapa harga komoditi yang mengalami kenaikan yakni bawang putih dari harga sebelumnya Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 35 ribu/kg, bawang merah dari Rp 35 ribu/kg jadi Rp 40 ribu/kg, cabai kering dari Rp 30 ribu/kg menjadi Rp 45 ribu/kg, dan kelapa gonseng dari harga Rp 25 ribu/kg menjadi Rp 30 ribu/kg.

%d blogger menyukai ini: