Soal Penolakan Tambang, Jang-Ko sebut Respon Wakil Ketua DPRA Hendra Budian Lucu

Koordinator Jang-Ko Maharadi

Takengon | lingePost – Koordinator Jang-Ko Maharadi menyebut respon Wakil Ketua DPR Aceh Hendra Budian terkait gejolak penolakan tambang emas di Linge lucu.

Menurut Maharadi keterangan Hendra Budian di salah satu media yang menyatakan bahwa dirinya tidak pernah dihubungi oleh kawan-kawan yang melakukan penolakan terhadap kehadiran tambang emas di Linge seperti menunjukan dirinya sedang mengalami penyakit amnesia.

“Pertama mungkin dia lupa saat hari pertama ia dilantik, tanggal 03 September 2019, mahasiswa Banda Aceh memberikan tiket pulang pada dirinya. Dalam salah satu tuntutan aksi itu tercatat jelas dan disampaikan dengan lantang bahwa ada penolakan dari mahasiswa terkait hadir dan beroperasinya tambang di wilayah Linge,” kata Maharadi.

Lanjutnya aksi mahasiswa Gayo terkait penolakan tambang emas di Linge juga pernah dilakukan pada tanggal 19 September 2019 di Kantor Gubernur Aceh bahkan sampai diwarnai kericuhan.

“Media-media nasional pun saat itu ikut meliput aksi kawan-kawan di Kantor Gubernur. Kawan-kawan kita banyak yang harus terlibat bentrok dengan aparat keamanan sampailuka-luka, pingsan, dan sebagainya. Ini kan aneh kalau wakil rakyat apalagi berposisi strategis tidak tahu hal tersebut,” ujar Maharadi.

“Kedua, DPRA itu punya alat dan kekuatan, bahkan diberikan dana untuk mendengar aspirasi masyarakat. Jadi apa alasan Hendra Budian bertingkah seolah raja, menunggu informasi dan aspirasi rakyat diantarkan ke gendang telinganya,” ucapnya lagi.

Maharadi juga mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Hendra Budian saat turun ke wilayah pemilihannya beberapa hari lalu.

“Kok sudah bersifat raja, padahal lembaga legislatif itu harus punya kepekaan yang tinggi, sehingga mampu mendengar secara jelas suara-suara dari masyarakat,” tuturnya.

Dalam hal ini Maharadi juga menantang Hendra Budian untuk menyatakan sikap tegasnya terkait rencana kehadiran tambang emas di Gayo.

“Hendra Budian harus nyatakan sikapnya terkait polemik tambang ini. Jangan menunggu didemo lagi. Tolong baca UUPA itu, jangan diamkan UU MINERBA merusak kekhususan Aceh,” kata Maharadi.

 

 

 

Rel
%d blogger menyukai ini: