Sekda Ismarisiska Buka Bimbingan Teknis Akriditasi Versi 2012

Laporan : M.A Ghaitsa

Redelong – lingepost.com : Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Ismarissiska, membuka kegiatan bimbingan teknis akriditasi versi 2012 di gedung serba guna Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute, Redelong, Kamis (29/9)

Bimbingan teknis akriditasi versi 2012 itu disampaikan langsung oleh tim Komisi Akriditas Rumah Sakit (KARS) dari pusat.

Sekda Ismarisiska dalam arahannya menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sebagai bentuk usaha dan kerja sama dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik.

“Kami berharap RSUD Muyang Kute yang selama ini menjadi kebanggan Masyarakat Bener Meriah dapat terakriditasi, akan tetapi dalam penilaian nanti jangan ada yang direkayasa, karena terkait dengan pelayanan masyarakat,” kata Ismarissiska sembari menambahkan perolehan sertipikat akriditasi tidak berarti bila tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik.

Sementara itu, Direktur RSUD Muyang Kute dr Elisa Lisikmiko MKm, mengatakan akriditasi adalah amanah dari undang-undang, bukan keinginan manajemen, bukan juga keinginan Pemkab Bener Meriah, tapi amanah undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang bahwa setiap rumah sakit wajib melaksanakan akriditasi.

“Untuk itu kami juga telah melakukan tahapan-tahapan akriditasi seperti membentuk empat pokja, setiap pokja diketuai langsung oleh dokter spesialis. Kita disini bahu-membahu berklaborasi untuk tercapainnya tujuan kita tercapainnya akriditasi,” kata dr Elisa.

Dia berharap setelah mendapat bimbingan dari narasumber KASR, mereka semakin tau apa saja yang sudah disiapkan dan apa yang harus disiapkan sehingga mereka semakin mantap “Mudah-mudahan pencerahan yang didapat dari bimbingan ini benar-benar dapat dimaknai,” tuturnya.

Elisa menambahkan pihaknya mendatangkan narasumber dari Tim Komisi Akriditasi Rumah Sakit (KARS) pusat, diantaranya Siti Rochmani, Skp. M. Kes, dr. Wasista Budiwaluyo, MHA, dr. Sardjana, MMR, dan ketua tim Dr. dr. Ina Rosalina, SPAK. MH Kes, NH Ked.

“Kegiatan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 29 hingga 30 September 2016 di RSUD Muyang Kute, peserta bimtek akriditasi ini di ikuti sebanyak 115 anggota pokja akriditasi,” ujarnya.

Ketua tim KASR Dr. dr. Ina Rosalina, SPAK. MH Kes, NH Ked dalam kegiatan itu mengatakan dulu RSUD Muyang Kute sudah di akriditasi versi pelayanan 2007, namun versi tersebut sangat berbeda dengan versi 2012.

“Dulu mungkin hanya tanda tangan dokumen-dokumen, tapi versi 2012 ini tidak, sekarang semuanya harus telusur, yang kita nilai bukan hanya ketua tim saja, tetapi juga kita bertanya kepada pasien dan perawatnya langsung kita tanya terkait pelayanan. Intinya kariditasi itu bukan hanya sertifikat, akan tetapi bagaimana pelayanan yang di lakukan di rumah sakit itu, mutu pelayanannya,” kata Ina Rosalina.

%d blogger menyukai ini: