Sarkawi dan Sabela Abubakar menghadiri acara prosesi adat Gayo perdamaian "Mangan Murum" di Kampung Tingkem

Redelong | lingePost – Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dan Bupati Aceh Tengah Drs. Sabela Abubakar menghadiri acara prosesi adat Gayo perdamaian "Mangan Murum" di Kampung Tingkem, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (21-2-2019).

Acara adat Gayo "mangan murum" (makan bersama-red) tersebut merupakan kegiatan dalam rangka mempersatukan kedua belah pihak yang betikai. Sebagaimana pernah diberitakan beberapa bulan yang lalu oleh beberapa media, bahwa telah terjadi kesalahfahaman yang berujunh terjadinya pertikaian antara kelompok remaja yang mengakibatkan merembet mejadi pertikaian antar warga Kampung Tingkem Bener Meriah dan Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.

Camat Bukit Kamaruddin, BA selaku panitia penyelenggara acara adat Gayo perdamaian "mangan murum" tersebut dalam laporannya menyebutkan, acara tersebut selain dihadiri oleh Plt. Bupati Bener Meriah beserta istri dan Bupati Aceh Tengah beserta istri juga di hadiri oleh unsur Forkopimda, Forkopimcam, Ketua TP-PKK, Mukim, Reje Kampung, Imam Kampung, Petua, Petue, Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM) Bener Meriah dan Aceh Tengah serta masyarakat kedua kabupaten bersaudara dan serumpun tersebut juga turut serta dihadiri anggota DPR RI H. Ir. Tagore Abubakar.

“Kegiatan prosesi adat Gayo Mangan Murum ini, sebagai tuan rumah ada empat Kampung, Kampung Tingkem Bersatu, Tingkem Asli, Kute Tanyong, dan Kampung Tingkem Benyer dan sebagai tamu kita hari ini dari Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah yang terdiri dari empat kampung.” rinci Camat Bukit itu.

Kamaruddin, BA menambahkan bahwa pihaknya sebagai mediasi atas nama Forkopimcam Bukit dan Kecamatan Lut Tawar telah melaksanakan dengan baik mediasi perdamaian kedua belah pihak. “Permasalahan yang timbul hanya diakibatkan karena kesalah pahaman kedua belah pihak. Kami minta pada hari ini kita saling maaf memaafkan dan hal ini hendaknya jangan terulang kembali.”pesan Camat Bukit itu.

Sementara itu Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dalam arahannya menyampaikan rasa syukurnya dengan menyebutkan ucapan Alhamdulillah pada kesempatan tersebut, karena masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah telah berkumpul dalam rangka membangun talisilaturahim dan mengokohkan tali persaudaraan antara masyarakat Kampung Tingkem dan Toweren Aceh Tengah yang bila dikaji secara historis tak mungkin terjadi hal yang tidak diinginkan itu.

“Banyak cara dan banyak kejadian yang dijadikan ALLAH SWT untuk mempererat tali persaudaraan, caranya saja bermacam-macam, ada dengan cara perkawinan, dan sebahagian lagi mungkin seperti yang terjadi pada saat ini untuk mengikat, mengokohkan tali persaudaraan diantara kita, khususnya antara masyarajat Kampung Toweren dan Kampung Tingkem, antara Bener Meriah dan Aceh Tengah yabg merupakan Kabupaten induk Bener Meriah sebelum dimejarkan.”ujar Tgk. H. Sarkawi.

Dilanjutkan Plt. Bupati Bener Meriah itu, mudah-mudahan dengan acara hari ini dapat diambil hikmahnya, dari kejadian yang telah terjadi, kita ambil kebaikan dari yang setiap kita hadapi. Dan kedepannya kata Tgk. H. Sarkawi tidak ada lagi kejadian serupa terulang kambali, "Genap si enge munge agih si belam", “kurrrr semangat, kurrr semangat, kurrrr semangat o…urang Gayo, murum, mutumpuk, mutuah, mubahagie gelah sara kite bebewente. Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah satu, hanya administrasi saja yang berbeda melalui proses pemekaran dengan tujuan agar bertambah pembangunan ke Gayo, agar mudah untuk diurusi, tapi kalau orangnya itu-itu saja". "Jangan sudah sikit kita buat lagi bala, cukup sudah yang telah terjadi, jangan lagi ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi lagi tentu dengan berkah doa kita bersama pada hari, semoga mendatangkan berkah untuk kita semua.” demikian sampai Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah Drs. Sabela Abubakar dalam kesempatan itu juga menyampaikan hal yang sama, dan berharap apa yang telah terjadi hendaknya tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

Disisi lain Bupati Aceh Tengah ini juga menghimbau agar acara adat "Mangan Murum" itu dilaksanakan jangan hanya dilaksanakan untuk menyelesaiakan pertikaian, namun hendaknya diselanggarakan setiap tahunnya, agar orang Gayo dapat bersatu menjadi satu, termasuk dengan kabupaten serumpun Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

 

Rel

%d blogger menyukai ini: