Sarkawi bertemu Pihak Citilink Jajaki Penerbangan Baru di Rembele

Plt Bupati Bener Meriah Sarkawi bertemu pihak Citilink di Jakarta

Jakarta (lingePost) – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menginisiasi pertemuan dengan PT Citilink Indonesia.

“Bandara Rembele merupakan pintu masuk ke Gayo yang merupakan dataran tinggi dan wilayah tengah Aceh. Posisinya ada di Kabupaten Bener Meriah,” kata Plt Bupati Bener Meriah Sarkawi dalam paparannya di Kantor PT Citilink Indonesia, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Daerah Gayo, dijelaskan Sarkawi, merupakan penghasil kopi terbaik dunia. “90% kopi gayo diekspor ke luar negeri, di antaranya ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia. Starbucks kopinya dari Gayo. Pasar nasional baru terserap 10%,” sebut Sarkawi.

Gayo, sambung Sarkawi, juga dikenal sebagai daerah wisata dan penghasil holtikultura di Aceh.

“Alamnya sangat indah. Ada danau, sungai buat rafting, wisata kopi, dan didukung dengan atraksi budaya, seperti pacuan kuda tradisional dan atraksi budaya lainnya. Buyer-buyer kopi dari luar negeri juga langsung membeli kopi ke Gayo, selain wisatawan yang berwisata,” sebutnya.

Karenanya, Sarkawi berharap, PT Citilink Indonesia dapat membuka penerbangan dari Bandara Kualanamu Medan ke Bandara Rembele dan sebaliknya.

“Sehari, bisa 700-1000 orang yang berpergian melalui jalur darat dari Bener Meriah dan Aceh Tengah ke Medan. Dari Medan, baru naik pesawat ke luar pulau Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Rembele, Yan Budianto, menerangkan, perkembangan Bandara Rembele dari awal cukup bagus.

“60-70% penumpangnya dari luar Gayo. Mereka berwisata ke Gayo, ke danau, berarung jeram, dan membeli serta ingin merasakan langsung ngopi di Gayo,” sebutnya.

Bandara Rembele, sambung Yan Budianto, merupakan bandara terbesar kedua di Aceh, setelah Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

“Panjang landasan dan fasilitasnya juga sangat mendukung,” tegasnya.

Wakil Direktur urusan Perencanaan Rute PT Citilink Indonesia, Tenten Wardhaya, mengungkapkan, Citilink yang merupakan anak Garuda Indonesia yang berdiri tahun 2013 memiliki konsep low cost-carrier.

“Tahun 2019, mulai pengalihan pesawat dari air bus 320 dan menerbangi kota-kota kecil. Sekarang, masih menerbangkan satu pesawat dan dipilih di Medan,” katanya.

Selain bicara aspek bisnis, sebutnya, sebagai perusahaan BUMN, Citilink juga berupaya mengembangkan potensi Negara.

“Pasar masih sangat terserap di Gayo. Karenanya, kami akan mengkaji kelayakannya,” sebutnya.

Dalam rapat itu, Bupati Bener Meriah Sarkawi didampingi Kepala Bandara Rembele Yan Budianto, Kepala Bandara Malikusaleh Sunartopo, Kepala Dinas Perhubungan Bener Meriah Riswandi, Anggota Tim Pengembangan Kawasan Gayo-Alas dan Gayo-Alas Mountain International Festival (GAMIFest) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Fikar W Eda dan Yusradi Usman al-Gayoni,
Humas Bandara Rembele Iwan, dan Anggota Tim Asistensi Percepatan Pembangunan dan Kemasyarakatan Bener Meriah Fakhruddin.

Dari pihak PT Citilink Indonesia, selain Corporate Secretary Resty Kusandarina dan Wakil Direktur urusan Perencanaan Rute Tenten Wardhaya, juga dihadiri Wakil Direktur Pengembangan Bisnis Heriyanto, Wakil Direktur Penjualan dan Distribusi Amalia Yaksa serta District Sales Manager untuk Provinsi Aceh Tengku Munthasir.

 

Reporter : YU
Editor : ****
%d blogger menyukai ini: