Plt Bupati Bener Meriah Buka Secara Resmi Catun BK ASN Bener Meriah Jalur P3K

Redelong | lingePost – Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi membuka secara resmi pelaksanaan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bener Meriah, melalui jalur seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau P3K bertempat di SMA Negeri 1 Bukit Kabupaten Bener Meriah. Sabtu, 23 Februari 2019.

Pelaksanaan seleksi ASN katagori P3K ini dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), dengan memanfaatkan fasilitasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kementerian Pendidikan yang ada di SMA Negeri 1 Bukit, jadi sistem CAT yang menggunakan fasilitas UNBK disebut dengan sistem CAT UNBK.

Menurut Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Khairun Aksa SE., MM selaku Ketua Panitia Seleksi, bahwa penyelenggaraan seleksi ini adalah berdasarkan Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Negara Nomor : B/018/FP3K/M.SM.01.002019 tanggal 04 Februari 2019 Perihal Pengadaan PPPK Tahap I Tahun 2019.

Dimana Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendapat Alokasi Formasi PPPK sesuai dengan persyaratan yang di tentukan oleh Undang – Undang tersebut, untuk Jabatan Guru mempunyai kualifikasi pendidikan minimal S-1 dan masih aktif mengajar sampai saat ini.

Dan untuk tenaga kesehatan mempunyai kualifikasi pendiidkan minimal D-III di bidang kesehatan dan memiliki STR yang masih berlaku, serta untuk penyuluh pertanian mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK di bidang pertanian atau SLTA plus sertifikat.

“Untuk menindaklanjutinya sesuai dan setelah menyelesaian beberapa tahapan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah melaksanakan tes seleksi penerimaan pegawai daerah dengan status Pegawai Pemerintah. Dengan Perjanjian Kerja yang disingkat dengan PPPK, ”ucap Plt. Sekda Bener Meriah itu.

Menyangkut jumlah peserta Plt. Sekda Bener Meriah Khairun Aksa dalam laporannya menyebutkan, “bahwa formasi untuk Kabupaten Bener Meriah yang diberikan Kementerian Aparstur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) berjumlah 143 peserta sekeksi dengan rincian untuk tenaga guru 91 peserta, Penyuluh 40 peserta dan tenaga Kesehatan 12 peserta.

Namun dari sejumlah formasi itu yang mengikuti ujian seleksi hanya 72 peserta saja, yakni Guru 24 peserta, Penyuluh 40 peserta dan tenaga Kesehatan 8 peserta, ”sebut Khairun Aksa.

“Dengan demikian tidak seluruh formasi terpenuhi karena untuk Guru ada 35 peserta yang tidak mendaftar, sedangkan dari 56 peserta yang mendaftar 36 diantaranya tidak memenuhi syarat. Jadi untuk Guru hanya 24 peserta yang mengikuti tes, “untuk formasi penyuluh terisi seluruhnya dan sedangkan untuk tenaga kesehatan dari 12.

Hanya 9 peserta yang mendaftar 1 tidak memenuhi syarat dan 3 lagi tidak ikut mendaftar, ”rinci Plt. Sekda Khairun Aksa itu kembali. Ketika dikonfirmasi tentang banyaknya formasi yang tidak terpenuhi, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bener Meriah Kamaruddin S.IP menyebutkan, adalah karena ada yang tidak ikut mendaftar dan untuk Guru yang mendaftar tidak memiliki kualifikasi pendidikan strata-1 (S-1).

sedangkan untuk tenaga kesehatan karena tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dalam arahannya meminta peserta untuk serius, fokus, jeli dan teliti dalam mengikuti tes ini.

“Kami berharap agar peluang dan kesempatan tes ini untuk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, ikutilah dengan serius, fokus, jeli dan teliti”.

“Karena saya melihat para peserta yang ikut tes ini rata – rata sudah berusia 35 Tahun keatas, sehingga menjadi ASN P3K-lah satu – satunya peluang untuk mengabdi kepada negara. ”Sebut Abuya Sarkawi.

Disisi lain Tgk. H. Sarkawi mengajak semua peserta seleksi untuk mensyukuri adanya peluang yang diberikan pemerintah seperti ini, dan tentunya juga berharap kedepan akan ada lagi peluang dan kesempatan yang serupa dengan formasi yang lebih banyak. Sehingga bila tidak lulus pada kali ini, masih punya kesempatan untuk ikut kembali.

“Kepada panitia kami juga meminta untuk dapat membantu para peserta seleksi secara tehnis, bila ada para peserta yang membutuhkan bantuan tehnis dalam mengoperasikan kumputer dan kendala – kendala lainnya. Karena kemungkinan ada peserta tes yang tidak punya keahlian, dalam mengoperasikan komputer.

”Saran Tgk. H. Sarkawi seraya membuka secara resmi pelaksanaan tes tersebut, dengan memimpin membacakan Ulumul Al-Qur’an bersama – sama sebelum mengakhiri sambutan dan arahannya.

 

 

Rel

%d blogger menyukai ini: