Pj Bupati T Mirzuan Panen Bawang Merah Di Kampung Nosar

Takengon | lingePost - Pj Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT, melakukan panen Bawang Merah bersama Tim Program Profesor Berkarya dan petani di Kampung Nosar Kecamatan Bintang, Sabtu (20/11/2024).

Komuditi Bawang Merah varietas batu ijo yang dipanen kali ini merupakan produk pertanian organik yang dikembangkan oleh petani bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dalam program Desa Mandiri Energi dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui konsep One Flow Multi Purpose di Pemukiman Nosar.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati T. Mirzuan mengatakan kegiatan panen bawang petani binaan program penelitian profesor berkarya dari tim Unsyiah merupakan gerakan yang patut untuk di apresiasi, karena dengan mengelolan sumber daya alam oleh masyarakat diharapkan dapat mengurai dampak inflasi.

"Pemeritah Kabupaten (Aceh Tengah) mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Profesor berkarya Unsyiah. Ditengah inflasi daerah, program ini sangat membantu daerah khusunya dalam membantu perekonomian masyarakat kita, terimakasih Bapak dan Ibu. Semoga program baik ini terus berlanjut", ujarnya.

Lebih lanjut Pj. Bupati Aceh Tengah mengatakan bahwa tanaman bawang merah ini adalah salah satu tanaman unggulan bagi komoditas Hortikultura di Kabupaten Aceh Tengah yang nilai jualnya cukup tinggi dan telah tercatat sebagai varietas sendiri yakni varietas batu ijo.

“Oleh karena itu perlu adanya dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak untuk mendorong petani dalam meningkatkan budidaya komoditas bawang merah di Kabupaten Aceh Tengah sangat kita harapkan,” tambahnya.

Menurutnya, Program desa mandiri energi menjadi sebuah harapan membangun kemandirian dan pemerataan energi di Indonesia yang secara mandiri memanfaatkan energi lokal untuk memenuhi lebih dari 60 persen kebutuhan masyarakat atas konsumsi energi.

"Sedikit demi sedikit sudah terlihat kemandiriannya salah satunya dengan telah memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Desa Nosar ini. Kami pun sangat menghargai upaya masyarakat dengan binaan tim Unsyiah dalam mengelola lahan menanam bawang dengan harapan dapat segera mewujudkan desa mandiri energi", tambah T. Mirzuan.

Dalam kesempatan yang sama Rektor Unsyiah yang di wakili oleh Wakil Rektor 4 bidang kerjasama, Prof. Dr. Taufik, M.Eng,  mengatakan program profesor berkarya merupakan program prioritas dari Unsyiah tergabung dari beberapa fakultas teknis untuk memastikan program Desa Mandiri Energi berjalan dari hulu ke hilir.

"Ada tiga bidang ilmu yang berkolaborasi yakni pertanian, teknis sipil dan ekonomi, jadi masing-masing akan berperan bagaimana menuntaskan produksi sampai kepasar serta memastikan kestabilan harga", ungkapnya.

Program profesor berkarya akan belanjut terus kedepannya dan diperlukan dukungan semua pihak untuk memperkuat ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada perkembangan ekonomi berbasis kelestarian tanpa merusak alam.

"Dukungan semua pihak baik Pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pengusaha sangat dibutuhkan. Dan kita akan mempertahankan ekosistem alam terutama Danau Laut Tawar sebagai sumber penghidupan dengan menerapkan pola zero emisi dan akan menjadi daerah percontohan dengan mengembangkan energi baru dan terbarukan", ungkap Prof. Taufik.

Acara ini dihadiri juga oleh Ketua Tim Berkarya, Prof. Darusman, M.Sc, Dekan Fakultas Teknis Usk, Prof. Dr. Alfiansyah Yulianur yang juga putra asli daerah Aceh Tengah, Para Dosen dan Civitas Akademika Unsyiah, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, dan Para Petani bawang merah Kampung Nosar.

Rel