Pahlawan Coffee, Ramaikan Coffee Shop di Negeri Lumbung Kopi

Pahlawan Coffee Shop

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon - lingepost.com : Satu lagi coffee shop hadir di Kota Takengon. Tempat ngopi yang satu ini resmi di lounching dengan nama Pahlawan Coffee, Sabtu 20 Januari 2018.

Lokasinya terletak di kawasan Kampung Simpang Empat Takengon, tepatnya di Lr H Usman Ibrahim, Dusun Reje Bukit.

Kehadiran Pahlawan Coffee otomatis menambah pilihan tempat ngopi di kota dingin Takengon yang memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik dunia.

Pemiliknya, Erwin ST, turut mengundang para pecinta kopi di kota ini untuk menghadiri Grand Opening Pahlawan Coffee sekaligus menikmati hidangan kopi gayo gratis.

Saya sendiri menanggapi positif hadirnya Pahlawan Coffee sebagai salah satu pilihan tempat ngopi di kota ini.

Alasanya, semakin banyak coffee shop yang hadir di kota ini akan menjadikannya sebagai icon tersendiri dan semakin menegaskan pula bahwa Kota Takengon atau Kabupaten Aceh Tengah secara keseluruhan sebagai Negeri Lumbung Kopi atau julukannya sebagai Surga Kopi Dunia.

Hingga saat ini sudah ada puluhan coffee shop di Kota Takengon. Setiap coffee shop menyajikan olahan kopi terbaik dari biji-biji kopi pilihan yang dihasilkan dari perkebunan kopi rakyat di Dataran Tinggi Gayo.

Kopi sebagai wujud hasil bumi dari daerah ini, telah sejak lama mendapatkan tempat istimewa di kalangan pecinta kopi dunia.

Tercatat, arabica gayo sangat digemari oleh konsumen di Amerika, Eropa, dan Jepang. Mereka menyebut kopi gayo sangat istimewa dan dikatagorikan sebagai kopi spesialty.

Kopi gayo dikenal memiliki aroma khas dengan perisa (flavor) kompleks, dan kekentalan (body) yang kuat.

Berdasarkan penilaian hasil uji cita rasa kopi yang diterapkan oleh sebuah asosiasi kopi di Amerika, yakni Specialty Coffee Asotiation of Amerika (SCAA); yang mengkatagorikan kopi dengan skor poin di atas angka 80 sebagai kopi spesialty; maka kopi gayo telah mengantongi nilai sempurna.

Hasil uji cita rasa (Cupping test) terhadap kopi gayo, menunjukkan nilai tertinggi di angka 86-90 poin. Nilai itu cukup untuk menobatkan kopi gayo sebagai kopi terbaik nomor 1 di dunia.

Daerah ini memang sangat layak menyandang julukan sebagai surga kopi dunia; karena selain kedai-kedai kopi yang menyebar di setiap sudut kota; sebagian besar wilayahnya juga merupakan perkebunan kopi rakyat yang ditanami kopi terbaik dunia.

Bukan hanya itu, kopi juga telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam sendi kehidupan masyarakat Gayo dari dulu sampai sekarang.

Kopi merasuki sendi-sendi tradisi dan kebudayaan masyarakat di daerah ini. Orang-orang Gayo semakin mencintai kopi dari waktu ke waktu.

Kelihaian masyarakat Gayo dalam merawat dan memperlakukan kopi mulai dari kebun hingga masa panen tiba, tentunya juga menarik untuk diikuti.

Lebih dari 80 persen penduduk daerah ini adalah petani kopi. Kebun kopi rakyat tersebar di seluruh penjuru negeri, mencapai luas 48.000 hektar, hingga menjadikannya sebagai sentra penghasil kopi arabica terbesar di Asia.

Bercangkir-cangkir kopi disajikan setiap harinya, menemani rutinitas masyarakat di kota kecil berhawa sejuk ini.

Fakta itulah yang membuat Aceh Tengah layak disebut sebagai surganya kopi dunia.

Daerah ini tak sekedar menawarkan segelas kopi yang bercitarasa tinggi, tapi juga menawarkan sejuta daya tarik lainnya, tentang bagaimana kopi menjadi sangat istimewa di tengah kehidupan masyarakat Gayo.

Atau tentang bagaimana kopi menjadi simbol dan ekspresi kebudayaan yang mengilhami tatanan kehidupan sosial di tengah masyarakatnya.

Tentu menarik untuk mengunjungi daerah ini. Merasakan sensasi berada di negeri lumbung kopi, bersama kehidupan masyarakatnya yang berbudaya.

Ada begitu banyak coffee shop yang tersebar disetiap sudut kota untuk anda kunjungi demi menikmati secangkir kopi bercitarasa tinggi.

Ditambah lagi keindahan alam negerinya yang mempesona. Pastilah semakin melengkapi keistimewaan daerah ini, untuk memanjakan anda para pecinta kopi.

 

%d blogger menyukai ini: