Sampaikan Khabar dengan Tergesa-gesa Dapat Jadi Fitnah

Joni MN
Oleh : Dr Joni MN MPd BI

Sampaikanlah informasi itu dengan baik juga benar, artinya tidak menyakiti hati juga perasaan orang lain, oleh karenanya, pikirkanlah dampaknya terlebih dahulu, sampaikanlah dengan tidak tergesa-gesa, sebelum diceritakan kepada pihak lain.

Kemudian, jangan hanya fokus kepada estetikanya saja (indah sajian untuk ketertarikan) tetapi utamakan nilai etikanya juga, yakni agar konten informasi atau berita dapat membawa dampak kepada kedamaian dan keharmunisasian bersama. Yang penting sampaikanlah dengan tidak kasak kusuk.

Karena: “Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesaan datangnya dari setan.” (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 10/104 dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya 3/1054).

Cek kembali atau periksalah kembali tentang kebenaran suatu informasi dengan cermat . Sesungguhnya Allah Ta’ala pun memerintahkan kepada kita untuk berhati-hati dan periksa suatu informasi atau berita terlebih dahulu sebelum di ceritakan atau diberitakan kepada orang lain karena belum tentu semua informasi atau berita itu benar dan valid. Dalam konteks ini Allah Ta’ala berfirman dalam : QS. Al-Hujuraat, ayat: 6), yakni;

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Jadi orang yang suka membangun ketidak nyamanan serta kehancuran pihak lain atas informasi atau beritanya ini adalah bentuk orang-orang yang "fasik". Dasarnya, Allah melarang dan mengingatkan hambaNya agar tidak tergesa-gesa dalam menyampaikan informasi ini tidak lain salah satu tujuannya adalah untuk kebaikan hambaNya itu sendiri, tepatnya, untuk tujuan kedamaian dan keharmonisasian hidup kita bersama.

Tidak mustahil dengan satu kata atau satu kalimat kehancuran bersama itu bisa terjadi. Allah maha tahu dan maha melindungi hamba-hambaNya yang baik dan benar.

 

 

Penulis adalah Dosen Alwashliyah Takengon, Aceh Tengah | Ka.Bidang Penelitian & Pendidikan, Pengembangan Majelis Adat Gayo Kabupaten Aceh Tengah
%d blogger menyukai ini: