Menatap Masa Depan Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik

Oleh : Faisal Hasan TA

Assalammualaikum Wr. Wb

Milad GAM tinggal beberapa hari lagi, para mantan kombatan GAM yang ada diberbagai kalangan baik dieksekutif maupun dilegislatif sudah terlihat mulai sibuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan diperlukan untuk memperingati hari ulang tahun GAM yang jatuh pada tanggal 4 Desember.

Saya sebagai orang Aceh (Mantan GAM) menyatakan dengan tegas bahwa Peringatan Milad GAM tidak perlu lagi ada, namun dapat dijadikan sebagai catatan sejarah saja, sejarah pahit telah diakhiri, tidak perlu diwariskan kepada generasi muda.

Apa yang dapat diambil hikmahnya dari Peringatan Milad ? Itu hanya dapat membangkitkan rasa kebencian pada generasi muda yang akan datang, apalagi yang menjadi korbanya adalah masyarakat Aceh itu sendiri, sampai tujuh keturunan rasa dendam akan terus mengalir.

Peringatan Milad sama artinya memperingati hari pemberontakan, apa yang dibanggakan dari peristiwa ini, saya rasa tidak ada seorangpun masyarakat Aceh merasa bangga mempunyai predikat sebagai pemberontak.

Sebagai orang tua tidak akan bangga mempunyai anak pemberontak atau sebaliknya sebagai anak tidak akan merasa bangga mempunyai orang tua sebagai pemberontak demikian pula sebagai istri, untuk apa harus diperingati semestinya sejarah buruk tidak perlu diwariskan lagi tetapi dibenam dalam-dalam sehingga tidak terulang lagi  pada generasi muda mendatang, cukuplah pengalaman pahit ini sampai disini saja.

Seharusnya mereka punya rasa malu terhadap masyarakat bukan sebaliknya justru merasa bangga, mereka tidak sadar bahwa dana yang digunakan untuk peringatan Milad GAM adalah bagian dari darah masyarakat yang dijadikan korbanya.

Kepedihan keluarga korban yang masih tersimpan mengakibatkan antipati terhadap mereka hingga saat ini, hanya tidak berani diucapkan dan tidak berani memperlihatan, kalaupun ada yang berbaik hati kepada mereka itu hanya sebagai upaya penyelamatan diri saja, namun sayang kebaikan tersebut disalah artikan oleh mereka, sehingga mereka merasa bangga dan menganggap dirinya sebagai pejuang.

Dukungan yang diberikan oleh masyarakat kepada mereka pada Pemilu Legislative dan Pemilukada pada periode yang lalu janganlah dijadikan tolok ukur bahwa masyarakat mendukung mereka, dukungan suara yang diberikan oleh masyarakat bukan murni dari hati masyarakat, itu diberikan karena terpaksa, karena takut ancaman.

Mereka tidak tahu bahwa dihadapan mereka masyarakat memuji tetapi dibelakang mereka mengecam dan mencaci maki, inilah sebenarnya yang harus diketahui oleh mereka, oleh karena itu untuk menghilangkan image negative dimasyarakat pada masa lalu sebaiknya peringatan Milad di tiadakan sehingga lambat laun image negative akan semakin hilang.

Namun bila mereka tetap mengadakan peringatan Milad maka image negative akan teringat sampai kepada anak cucunya dan bagi masyarakat yang bukan bagian dari mantan kombatan sebaiknya tidak ikut ikutan hadir agar tidak digolongkan bagian dari kelompok mereka, inilah yang bisa saya sampaikan kepada masyarakat agar kehidupan kedepan lebih baik dari yang sekarang.

Sebagai orang yang bijak, sudah selayaknya kita ikut menyebarkan hal ini kepada masyarakat. Semoga bermanfaat bagi diri sendiri dan kita semua. Aamiin YRA.

Jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani. Jangan terlalu perhitungan. Jangan hanya mau menang sendiri.  Jangan suka sakiti sesama. Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang. Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah. Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria. Tak ada yang tak bisa diikhlaskan…Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan… Tak ada dendam yang tak bisa terhapus... .

Wasallam Mualaikum Wr. Wb.

 

 

 

*Isi Tulisan Menjadi Tanggungjawab Penulis

%d blogger menyukai ini: