Masyarakat Pameu Berhasil Budidayakan Tanaman Jengkol

Petani Pamue memperlihatkan hasil panen tanaman jengkol mereka, Selasa.

Takengon | lingePost - Masyarakat di Kemukiman Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, berhasil membudidayakan tanaman jengkol.

Para petani di sana kini mulai merasakan panen pertama tanaman jengkol mereka sejak mulai ditanam pada tahun 2013 silam.

Tokoh masyarakat Pameu, Mukti Ali, menuturkan saat ini ada sekitar tiga hektar lahan warga di sana yang ditanami tanaman jengkol sejak enam tahun silam, kini mulai merasakan panen pertama.

Menurut Mukti secara keseluruhan ada sekitar 20 hektar lahan warga di sana yang ditanami tanaman jengkol secara terpisah, namun belum seluruhnya mulai berbuah untuk bisa dipanen.

"Belum semuanya panen, belum merata. Tapi sudah menunjukkan keberhasilan karena sudah ada yang mulai berbuah dan sudah bisa dipanen," tutur Mukti Ali saat ditemui wartawan, Selasa 6 Agustus 2019.

Tanaman jengkol sendiri merupakan jenis tanaman baru yang mulai dibudidayakan oleh masyarakat di sana. Kemukiman Pameu yang merupakan wilayah dataran rendah dinilai cocok untuk jenis tanaman tersebut.

Mukti Ali menceritakan awalnya ide membudidayakan tanaman jengkol dicetuskan oleh seorang personel TNI bernama Surya Ramadhan yang dulunya pernah bertugas di Kompi Senapan D Yonif 114/SM Pameu, Rusip Antara.

"Masyarakat biasa panggil dia Baton Surya karena dia Bintara Pleton di Kompi. Dia yang awalnya punya gagasan untuk budidaya jengkol ini, dia bentuk kelompok tani bersama masyarakat namanya Kelompok Tani Terang Bulan, dia juga yang jadi ketuanya," kisah Mukti Ali.

"Tapi sekarang dia (Surya Ramadhan) sudah pindah tugas di Koramil 03/Kota Kodim 0106/Aceh Tengah. Nah itu cerita awalnya, jadi untuk budidaya tanaman jengkol ini semua dikerjakan sendiri oleh Kelompok Tani Terang Bulan, mulai dari menyemai benih sampai bisa ditanam dan sekarang sudah mulai panen," ujarnya.

Mukti Ali menjelaskan awalnya Kelompok Tani Terang Bulan beranggotakan 25 orang dan menjadi mitra Program Kelompok Bersama Rakyat (KBR) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah sejak mulai berdiri.

Tokoh masyarakat Pameu Mukti Ali memperlihatkan hasil panen tanaman jengkol milik masyarakat setempat.

Kelompok tani ini awalnya mencoba budidaya tanaman jengkol tersebut di lahan percontohan di tiga tempat terpisah sebelum akhirnya menyebar luas ke lahan-lahan warga lainnya.

"Jadi kami masyarakat di sini sangat berharap jengkol ini bisa jadi tanaman unggulan di sini, karena di sini wilayah dataran rendah, iklimnya panas, jadi sangat cocok."

"Makanya kami selaku masyarakat juga berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait kedepannya agar bisa memberikan perhatian dan ikut membina petani di sini dalam mengembangkan budidaya jengkol di sini," tutur Mukti Ali.

Seorang petani, Darami, mengatakan dari sebatang pohon jengkol miliknya yang sudah mulai berbuah saat ini bisa menghasilkan sampai 50 kg buah jengkol sekali panen.

Darami memprediksi untuk panen-panen selanjutnya bahkan bisa meningkat hingga mencapai 100 kg per satu pohon jengkol untuk sekali panen.

"Karena ini kan masih panen pertama, jadi buahnya belum menyeluruh, belum banyak," kata Darami.

Menurutnya, buah jengkol hasil panen pertama tersebut memiliki ukuran buah lumayan besar dan memiliki rasa yang lebih enak dari jengkol yang biasa dijual di pasaran.

Darami juga berharap, kedepannya budidaya tanaman jengkol yang telah mereka mulai sejak tahun 2013 itu bisa menuai hasil yang baik dan dapat memakmurkan petani di sana.

 

 

Reporter : Kurnia Muhadi
Editor :
%d blogger menyukai ini: