Lima Reje dari Aceh Tengah Kunjungi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Lima Reje bertemu Asisten Deputi Koordinasi Kebudayaan (Deputi V) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pamuji Lestari, di Jakarta, Kamis.
Reporter : Kurnia Muhadi

Jakarta (lingePost) - Asisten Deputi Koordinasi Kebudayaan (Deputi V) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pamuji Lestari menerima kunjungan lima kepala desa (reje) dari Kabupaten Aceh Tengah, di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019.

Kelima kepala desa tersebut adalah Kepala Desa Hakim Bale Bujang Kecamatan Lut Tawar Misriadi, Kepala Desa Paya Tampi Baru Kecamatan Kebayakan Idrus Saputra, Kepala Desa Bebesen Kecamatan Bebesen Ansarullah, Kepala Desa Arul Latong Kecamatan Bies M Arifin, dan Kepala Desa Wih Terjun Kecamatan Pegasing Pasa, tambah kepala bidang di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Aceh Tengah Ade Kurniawan.

"Lima kepala desa ini merupakan kepala desa berprestasi yang mewakili Kabupaten Aceh Tengah dalam rapat koordinasi kepala desa nasional yang dihadiri Presiden Jokowi di Ancol kemarin (22/2). Mereka ingin mendiskusikan pengembangan desa mereka sesuai keunggulan komparatif masing-masing dalam lingkup pengembangan kawasan Gayo-Alas dan Gayo-Alas International Festival (GAMIFest)," kata Yusradi Usman al-Gayoni, Anggota Pengembangan Kawasan Gayo-Alas dan Gayo-Alas International Festival (GAMIFest), ketika membuka diskusi dan mengenalkan kelima kepala desa tersebut.

Desa Hakim Bale Bujang, ungkapnya, dikenal sebagai desa wisata dengan wisata Bur Telege dan Dermaga Lukup Penalam.

Sementara itu, Desa Bebesen jadi desa ekonomi kreatif, kampung kerawang (tenunan khas Gayo).

Pintu gerbang Kota Takengon sendiri, jelasnya, ada di Kampung Paya Tumpi Baru yang dikenal sebagai pembudidaya ternak lebah dan keprok gayo.

Selanjutnya, Desa Arul Latong terdapat potensi air panas dan desa di Aceh yang memberhentikan praktik riba.

Terakhir, sebutnya, Desa Wih Terjun yang terdapat air terjun dan satu-satunya desa di Aceh yang memiliki track motor crosss untuk menyalurkan potensi anak muda di desa tersebut.

M Arifin, Kepala Desa Arul Latong, mewakili kepala desa lainnya, memohon kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk memasukkan kelima kampung dari Aceh Tengah ini dalam even GAMIFest dan mendapat perhatian dari KL (kementerian/lembaga) dalam konteks pengembangan Gayo-Alas.

Sementara itu, Anggota Tim Pengembangan kawasan Gayo-Alas dan Gayo-Alas International Festival (GAMIFest) lainnya, Fikar W Eda, menyampaikan, untuk menguatkan branding di masing-masing desa.

"Sebagai pintu gerbang Kota Takengon dan Aceh Tengah, Paya Tumpi Baru mesti menguatkan branding ke arah sana. Demikian Bebesen, sebagai desa kerawang, ada ciri khas kerawang, mulai dari jalan masuk desa, rumah-runah, dan tempat publik lainnya. Kalau bisa dicat/dikasih ornamen kerawang. Begitu juga ketiga kampung lainnya," sebutnya.

Asisten Deputi Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pamuji Lestari, meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Aceh Tengah untuk segera menyiapkan proposal usulan potensi kelima desa tersebut yang ditandatangani Bupati Aceh Tengah.

"Usahakan bulan ini sudah kami terima, biar bisa dibahas waktu rapat koordinasi GAMIFest yang direncakan digelar awal maret nanti," tegasnya.

Pamuji Lestari, menilai, kelima desa tersebut memiliki potensi luar biasa dan sudah berjalan.

"Tinggal dipoles saja. Kami support. Karenanya, proposalnya tadi mesti cepat," katanya.

%d blogger menyukai ini: