Komunitas Jabodetabek Galang Dana Dukung Fauzul di Liga Dangdut

Acara penggalangan dana untuk mendukung Fauzul Abadi peserta Liga Dangdut Indonesia asal Gayo.
Acara diisi dengan pertunjukkan seni budaya oleh Sanggar Pegayon, pembacaan puisi oleh penyair senior LK Ara dan Fikar W Eda
Reporter : Yusradi Usman al-Gayoni

Jakarta (lingePost) - Komunitas Fauzul Abadi di Jabodetabek menggelar penggalangan dana untuk mendukung Fauzul Abadi, peserta Liga Dangdut Indonesia asal Gayo, Provinsi Aceh, di kediaman Asbarani, Pondok Kala Pedemun, Setu, Jakarta Timur, Minggu (3/2/2019).

"Acara penggalangan dana ini bertujuan untuk mendukung perjuangan Fauzul Abadi dalam Liga Dangdut Indonesia. Fauzul telah berprestasi sekaligus membawa nama Gayo ke tingkat Nasional.Karenanya, wajib kita dukung, karena menyangkut Gayo," kata Sadri, Ketua Komunitas Fauzul Abadi Jabodetabek, dalam laporannya.

Sementara itu, Pembina Komunitas Fauzul Abadi, Indra Gunawan, dalam sambutannya, menegaskan, mendukung penuh kegiatan Komunitas Fauzul Abadi.

"Inisiatif anak-anak kita ini mesti kita dukung. Mari bersama-sama kita dukung Fauzul Abadi melalui kegiatan penggalangan dana hari ini yang makin mengenalkan Gayo, setelah Nabila melalui Liga Dangdut Indonesia Indosiar," katanya.

Muhammad Hasan Daling, Ketua Ikatan Musara Gayo Jabodetabek, dalam sambutannya, menyatakan, akan menginformasikan kepada masyarakat Gayo di Jabodetabek untuk mendukung Fauzul Abadi melalui pengiriman SMS dan kehadiran di Studio Indosiar pada hari Sabtu malam Minggu, tanggal 9 Februari 2019.

"Musara Gayo juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Tengah dan Pemkab Bener Meriah," ungkapnya.

Disebutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendukung penuh Fauzul Abadi, dengan sosialisasi melalui baleho, spanduk, dan foster, baik di Aceh Tengah maupun di Bener Meriah. Juga, menggelar nonton bareng dan menggerakkan masyarakat untuk memberikan SMS dukungan kepada Fauzul Abadi.

Acara penggalangan dana buat Fauzul Abadi dihadiri tokoh-tokoh Gayo di Jabodetabek. Acara diisi dengan pertunjukkan seni budaya oleh Sanggar Pegayon, pembacaan puisi oleh penyair senior LK Ara dan Fikar W Eda, presentasi singkat sejarah pembataian masyarakat Gayo oleh pasukan van Daalen oleh wartawan senior Iwan Gayo, dan dilanjutkan oleh didong yang di-ceh-hi Onot Kemara dan penepok dari Sanggar Pegayon.

%d blogger menyukai ini: