Kata Kadis Sekolah Dalam New Normal akan Sangat Ketat

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah Uswatuddin

Takengon | lingePost – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah Uswatuddin mengatakan aturan ketat akan diberlakukan jika sekolah kembali dibuka.

Menurutnya untuk wilayah zona hijau COVID-19 seperti Aceh Tengah sudah dibolehkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah walaupun jadwal pastinya belum ditentukan.

“Untuk jadwal memang belum ada kepastian, apakah per tanggal 13 Juli 2020 atau per Januari 2021, itu masih tanda tanya besar,” kata Uswatuddin di Posko Gugus Tugas Aceh Tengah, Sabtu.

“Kita tinggal menunggu keputusan dari Ketua COVID-19 di Provinsi Aceh dan ditambah dari keputusan Ketua Gugus COVID-19 di kabupaten,” ujarnya lagi.

Dalam hal ini Uswatuddin menyebut akan ada 16 sekenario yang harus diterapkan di lingkungan sekolah jika nantinya pembelajaran tatap muka kembali digelar.

Seluruh aturan dan ketentuan tersebut kata dia akan diterapkan dengan sangat ketat di semua sekolah yang ada.

“Pertama, semua guru, karyawan, yang nanti berada di sekolah harus melakukan screening test, apakah dia itu ada kanker, ada penyakit bawaan, dan lain sebagainya. Itu akan diberi tanda, pihak sekolah akan memberi tanda. Apabila ada yang seperti ini, masih boleh melakukan work from home,” kata Uswatuddin.

Kemudian kata dia setiap guru dan karyawan di sekolah harus melakukan tes COVID-19, sedangkan kantin dan tempat bermain di sekolah akan ditutup.

Setiap guru juga tidak dibolehkan untuk berpindah kelas mengajar, waktu belajar akan dikurangi, dan siswa dalam kelas juga hanya dibolehkan berjumlah separuh dari jumlah biasanya.

“Kalau selama ini barang kali di SD ada enam jam belajar, itu akan dikurangi, menjadi empat jam. Kemudian posisi duduk, siswa di kelas itu kalau selama ini satu kelas ada 40 orang, itu akan dibagi dua, 20 orang sip pertama, 20 orang sip kedua. Jadi nanti belajarnya pakai sip,” kata Uswatuddin.

Selain itu aturan wajib lainnya seperti pakai masker, jaga jarak, tidak berkumpul, dan cuci tangan, sebut Uswatuddin juga akan tetap berlaku ketat di setiap sekolah.

Menurutnya Pemkab setempat nantinya juga akan bekerjasama dengan setiap Puskemas untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di setiap sekolah yang ada.

“Nanti apakah dua hari sekali, dokter dari Puskesmas datang ke sekolah untuk memeriksa kesehatan semua guru-guru kita. Juga nanti apakah setiap minggu atau kalau bisa setiap hari, sekolah dilakukan penyemprotan diinfektan,” kata Uswatuddin.

 

 

 

Hfz/ant
%d blogger menyukai ini: