Kasus positif COVID-19 di Aceh Tengah meningkat, ada dua varian Omicron

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Aceh Tengah dr Yunasri M kes.

Takengon | lingePost - Juru Bicara Satgas Penaganan COVID-19 Kabupaten Aceh Tengah dr Yunasri menyampaikan ada peningkatan sebanyak 92 kasus positif COVID-19 di daerah itu.

Dua diantaranya kata dia terdeteksi sebagai varian Omicron berdasarkan hasil uji laboratorium di Litbangkes pusat.

"Jadi kemarin kita coba mengirim dua sampel untuk mengetahui apakah ada terjadi penularan Omicron di Aceh Tengah, ternyata dua-duanya Omicron," kata Yunasri, Selasa (8/3/2022).

Menurutnya dari total 92 kasus positif pada bulan Maret ini, 13 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh atau negatif, 25 orang masih dirawat di RSUD Datu Beru Takengon, dan sisanya masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Dengan adanya peningkatan kasus tersebut kata Yunasri status Aceh Tengah saat ini kembali menjadi level 3 dengan ketentuan pembatasan keramaian 50 persen.

"Misalnya di cafe-cafe pengunjung harus dibatasi 50 persen, atau ada kegiatan, pertemuan-pertemuan, tetap dibatasi 50 persen, itu intinya," tutur Yunasri.

Dalam hal ini Yunasri mengingatkan masyarakat di daerah itu agar tidak lalai dan tetap waspada terhadap penyebaran pandemi yang belum berakhir.

Menurutnya secara nasional penyebaran pandemi saat ini sudah memasuki gelombang ketiga dengan terjadinya kembali peningkatan kasus positif di berbagai daerah di tanah air.

"Kalau kita berbicara kasus saya pikir secara nasional sekarang kan sudah gelombang ketiga, semua daerah kembali terjadi peningkatan, bukan hanya Aceh Tengah saja," ujarnya.

"Karena itu kita tetap mengimbau masyarakat agar tetap wasdapa, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Artinya silahkan masyarakat tetap menjalankan aktifitas, mencari nafkah, tapi dimohon untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yang paling penting memakai masker," harap Yunasri.

 

Ant