Fakultas Pertanian Unsyiah Kenalkan Pembuatan Produk Minuman Berbasis Kulit Kopi

Banda Aceh | lingePost - Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh melalui Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Pertanian memperkenalkan cara pembuatan produk minuman komersial berbasis limbah kulit kopi.

Ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) Dr Murna Muzaifa STP MP mengatakan pihaknya bermaksud memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha di bidang kopi untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah kopi dengan membuatnya menjadi produk minuman.

"Dataran Tinggi Gayo merupakan salah satu daerah pengahasil kopi terbesar di Indonesia, namun sangat disayangkan hingga saat ini belum ada upaya pemanfaatan limbah kopi secara nyata," kata Dr Murna Muzaifa.

Dia menyampaikan Tim PKMBP yang terdiri dari Dr Ir Yusya Abubakar MSc dan Dr Rita Andini Dipl Ing MSc serta dirinya telah melakukan berbagai sosialisasi dan pelatihan sejak 29 September 2020 kepada pelaku usaha.

"Mitra yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah dua kafe penyedia kopi Arabika Gayo terkemuka di Banda Aceh, yaitu Blang Padang Café yang beralamat di Punge Ujong dan Rumoh Aceh yang beralamat di Jalan Rawa Sakti Lingke Banda Aceh," sebutnya.

Dr Murna Muzaifa menjelaskan kegiatan ini dimulai dengan optimasi pembuatan produk skala laboratorium, sosialisasi, dan pelatihan pembuatan produk, serta pemberian bantuan fasilitas produksi termasuk kemasan.

Menurutnya dengan proses sederhana limbah kulit kopi dapat dijadikan produk minuman nikmat dan menyehatkan serta memiliki potensi ekonomis yang sangat menjanjikan.

"Produk yang dimaksud adalah cascara dan kombucha cascara. Cascara merupakan teh yang dibuat dari kulit kopi yang sudah dikeringkan. Minuman ini memiliki citarasa yang khas dan mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi, dapat diminum tanpa gula karena munculnya rasa manis alami dan citarasa asam segar istimewa yang terdapat pada pulp kopi," ujarnya.

"Starbuck sendiri saat ini telah menjadikan cascara sebagai salah satu menu andalannya. Cascara juga dapat diolah lanjut dengan fermentasi menjadi teh kombucha yang mempunyai nilai nutrisi dan citarasa asam yang lebih baik," tuturnya lagi.

Dr Murna Muzaifa menuturkan bahwa kombucha saat ini menjadi salah satu minuman kesehatan terpopuler di Amerika Serikat.

Menurutnya Provinsi Aceh dengan julukan '1000 warung kopi' justru belum menyediakan produk ini.

"Melalui program PKMBP ini, mitra didorong untuk berproduksi langsung yang diinisiasi dengan pemberian sejumlah fasilitas produksi seperti starter kombucha, wadah fermentasi kombucha, dan paket botol kemasan, dengan harapan dapat merealisasikan program ini dengan segera," kata Dr Murna Muzaifa.

Pemilik Blang Padang Café, Doni, menunjukkan antusiasnya mengikuti program ini. Doni merasakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat yaitu dapat memberikan ragam pilihan minum sehat bagi pelanggan di kafe miliknya.

Rasa optimis dengan kehadiran produk ini tidak terlepas dari beberapa pelangganya yang memang menyenangi produk-produk minuman bercitarasa khas dan unik.

Hal senada juga disampaikan M Nur selaku pemiliki Rumoh Aceh yang mengharapkan kehadiran produk ini di tengah pandemi COVID-19 dapat menambah semarak kembali penjualan minuman di kafe miliknya.

Hot cascara, cascara iced tea, cascara latte, dan kombucha cascara, merupakan pilihan menu minuman baru yang diperkenalkan dan saat ini bisa dipeoleh di kedua mitra tersebut.

Dr Murna Muzaifa berharap nantinya tidak hanya kedua mitra tersebut yang mengembangkan minuman ini tapi juga meluas ke cafe-cafe lainnya.

"Semoga kafe-kafe lainnya juga bisa mengikuti. Tim pengabdi siap memberikan pelatihan pembuatan produk ini kepada pihak lain yang berminat dengan menghubungi Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala," tuturnya.

 

 

HM
Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

%d blogger menyukai ini: