Catatan Singkat Evaluasi Kegiatan Sosial-Keagamaan Musara Gayo

Yusradi Usman al-Gayoni
Oleh: Yusradi Usman al-Gayoni
(Sekretaris Umum Ikatan Musara Gayo Jabodetabek 2019-2022)

Selepas menyerahkan buku biografi "H. Rahmat Salam: Jejak Sang Pengabdi" karya Wayu Wismanto, yang diterbitan Mahara Publishing, kepada calon walikota/wakil walikota Kota Tangerang Selatan Dr. H. Rahmat Salam, dilanjutkan dengan rapat terbatas evaluasi kegiatan sosial-keagamaan Ikatan Musara Gayo Jabodetabek, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Ini rapat pertama pengurus Musara Gayo yang saya hadiri, selepas rapat kerja pengurus yang berlangsung di Perpustakaan Nasional RI (15/3/2020), pun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Demikian saat salat jamaah magrib dan isa di masjid samping kanan sekretariat Musara Gayo, tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sejak Raker I, Musara Gayo memutuskan menunda semua kegiatan, untuk keselamatan dan kebaikan bersama sekaligus memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease (COVID)-19.

Di antara kegiatan Divisi Sosial dan Agama Musara Gayo yang dibahas bersama Ketua Umum Ahyar, Wakil Ketua III Almujaini Abdul Karim, Wakil Ketua I Djukri, saya (Sekretaris Umum), Bendahara Umum Erwin Mustapa, anggota Divisi Sosial dan Agama Gazali, serta anggota Divisi Organisasi dan Pemberdayaan Rayon Asbarani Idris dan Zulkifli, terkait pelaksanaan zakat, infak, dan sadakah (ZIS) tahun 2020. Total ZIS yang masuk tahun 2020 sebesar Rp. 37 juta. Kenaikannya cukup siginifikan, lebih dari 200%, dibandingkan tahun lalu (2019), Rp. 10.4 juta. Yang ber-ZIS juga naik. Tahun lalu, kurang dari 15 orang. Tahun ini, 139 orang dan disalurkan ke 149 mustahik dan masing-masing mendapatkan sejumlah Rp. 200 ribu.

Kemudian, penggalangan dana/penyaluran bantuan banjir di Paya Tumpi, longsor di Kampung Daling, dan kebakaran di Kampung Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Total bantuan yang disalurkan Rp. 46 juta; Musara Gayo Rp. 14 juta, Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM) Jakarta Rp. 17 juta, dan Keluarga Ureung Pidie (KUPI) Rp. 15 juta. Semua dana ini bersumber dari penggalangan dana dari warga Gayo Jabodetabek, diaspora Aceh dan ureung Pidie di Jabodetabek.

Juga, dibahas bantuan tim medis yang berada di garis terdepan yang menangani COVID-19 di Gayo; Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah, masing-masing mendapatkan Rp. 2 juta, serta bantuan buat warga Gayo Jabodetabek yang sangat terdampak COVID-19 kepada 140 kepala keluarga (KK), masing-masing mendapatkan Rp. 200 ribu, total Rp. 28 juta. Termasuk, masalah pengadaan ambulance yang sudah diprogramkan pengurus periode 2019-2022 ini, coba mulai direalisasikan tahun ini.

Selama bulan ramadan, Musara Gayo telah mengadakan kegiatan khataman al-Qur'an "One Day One Juz (ODOJ)" oleh 30 peserta dari pengurus Musara Gayo, warga Gayo Jabodetabek, dan diaspora Gayo lainnya di Indonesia, tambah tausiyah dari tengku-tengku Gayo di Jabodetabek. Kelanjutan kegiatan ODOJ ini adalah One Week One Juz (OWOJ. Pesertanya pun alhamdulillah bertambah 120 orang, jadi 150 peserta, yang bukan saja berasal dari pengurus Musara Gayo dan warga Gayo Jabodetabek, melainkan juga dari Gayo, pesisir Aceh, dan diaspora Gayo lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Kenaikannya 400%. Cukup siginifikan.

Terakhir, selama bulan ramadan, Musara Gayo tetap memberikan santunan kepada keluarga warga Gayo yang meninggal dunia sebesar 250 ribu. Sebagai tambahan, sejak Desember 2019-Juni 2020 (6 bulan kepengurusan ini berjalan), ada 20-an warga Gayo Jabodetabek yang meninggal dunia.

Ratip musara anguk, nyawa musara peluk. Keramat mupakat, behu berdedele. Harapannya, kegiatan tersebut terus menunjukkan peningkatan pada masa-masa mendatang, Aamiin..

%d blogger menyukai ini: