Calandra Management Terus Maju Benahi Perhotelan di Aceh

Founder Calandra Hospitality Management Iwan Wahyudi

lingePost - Calandra Hospitality Management kini menjadi nama besar di industri perhotelan di Aceh.

Perusahaan ini merupakan satu-satunya operator jasa perhotelan di Aceh yang baru memulai kiprahnya sejak beberapa tahun terakhir namun sudah mampu mengibarkan nama besarnya di Bumi Serambi Mekkah.

Nama Calandra sendiri kini seolah menjadi lambang bagi pelayanan bermutu dan berkelas dari sebuah hotel di Aceh. Itu karena Calandra memiliki banyak SDM andal dan berpengalaman.

Founder Calandra Hospitality Management Iwan Wahyudi juga merupakan sosok yang sudah berpengalaman puluhan tahun di dunia perhotelan di Tanah Air.

Karirnya di bidang perhotelan sudah dimulai sejak tahun 2001 kala menempuh pendidikan di kampus Buana Wisata Tourism Academi Yogyakarta.

Dia bahkan pernah menimba pengalaman di Dubai selama 1,5 tahun sebagai on the job training program dari kampus Buana Wisata Tourism Academi Yogyakarta.

Iwan tercatat juga pernah bekerja di hotel kenamaan Grand Angkasa, Medan, Sumatera Utara, atau sekarang berubah nama menjadi Hotel Grand Mercure. Saat itu dia sudah menuntaskan kuliahnya. Di hotel ini, posisi awal Iwan adalah sebagai Food & Beverage Banquet Supervisor.

Pengalamannya melayani tamu-tamu penting juga tersaji di hotel ini. Diantaranya pernah melayani kunjungan Presiden SBY, Wapres Jusuf Kalla, Presiden Megawati Soekarnoputri, Capres Prabowo Subianto, dan tamu-tamu penting lainnya setingkat menteri.

"Melayani tamu-tamu setingkat menteri dan RI 1 memang agak berbeda, sedikit rumit," kata Iwan.

Tiga tahun di Grand Angkasa Medan Iwan kemudian kembali ke Yogyakarta. Di kota gudeg ini dia bergabung dengan hotel Grup Santika, Kompas, sebagai Assistant Food & Beverage Manager. Ini merupakan salah satu hotel bintang lima terbaik di Yogyakarta, milik Sultan Hamengkubuwono.

Kemudian pria ini kembali menambah pengalamannya dengan bergabung bersama Hotel Sibayak, Berastagi, Sumatera Utara, pada tahun 2011.

Lalu pindah lagi ke Karibia Boutique Hotel Medan sebagai Food & Beverage Manager di tahun 2012-2015.

Tahun 2015-2017 dia menjajal Hotel Sohor Garuda Plaza, Medan, sebagai Food & Beverage and Marcom Incharge, membawahi seluruh unitnya Garuda Group.

Lalu pada tahun 2018 Iwan Wahyudi pulang ke Aceh untuk bergabung dengan manjemen Hotel Arabia Group.

Sempat juga dipercaya sebagai GM Parkside Hotel di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, pada tahun 2020. Namun setahun kemudian dia memutuskan untuk kembali bersama Arabia Group dan dipercaya sebagai Director Operational Arabia Hospitality Group untuk mengelola seluruh hotel yang ada di sejumlah wilayah di Aceh di bawah naungan Arabia Group.

Pengalaman puluhan tahun tersebut menjadi modal bagi Iwan Wahyudi untuk kemudian mendirikan perusahaannya sendiri yang bergerak di bidang jasa operator atau pengelolaan perhotelan di Aceh yang dia beri nama Calandra Hospitality Management.

Sebagai putra daerah Aceh Iwan Wahyudi mengaku salah satu tujuannya membangun Calandra Hospitality Management adalah untuk memajukan dunia perhotelan di Aceh sekaligus juga sektor pariwisata Aceh.

Dengan pengalaman puluhan tahun di dunia perhotelan Iwan kini menjadi sosok yang mumpuni dalam menyulap hotel-hotel di Aceh menjadi lebih maju dan berkembang atau dengan kata lain membangun hotel lokal rasa internasional.

"Sebagai putra daerah kenapa tidak membangun daerah sendiri," ujarnya.

Namun Iwan menambahkan bahwa Calandra Management tak membatasi diri berperan hanya untuk wilayah Aceh saja.

Menurutnya Calandra siap untuk melebarkan sayap kemanapun dan di manapun.

Sebab kehadiran Calandra Hospitality Management kata dia adalah untuk menjadi solusi bagi para pemilik hotel di manapun yang memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan untuk dapat mengelola hotelnya dengan baik.

"Kami terbuka untuk berdiskusi dengan pemilik hotel di mana pun, tidak hanya di Aceh. Calandra Hospitality Management menjangkau seluruh Indonesia bahkan dunia," kata Iwan.

"Untuk saat ini kita juga sudah ada kesepakatan dengan sebuah hotel di Medan (Sumatera Utara)," ujarnya lagi.

Berikut nama-nama hotel by Calandra Management :

1. Garuda Hotel Banda Aceh

Hotel ini dapat dijangkau semua lapisan masyarakat karena harganya yang kompetitif.

Garuda Hotel terletak di pusat Kota Banda Aceh, tepatnya di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, dekat dengan Lapangan Blang Padang dan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Garuda Hotel juga menyediakan beberapa meeting room dengan kapasitas yang berbeda. Sehingga cocok dijadikan tempat pertemuan mulai skala kecil hingga besar.

2. Mita Mulia Hotel Banda Aceh

Hotel ini berada di lingkungan kampus Universitas Syah Kuala (USK) Banda Aceh.

Memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri karena berada di lingkungan kampus nomor wahid di Aceh, hotel ini tak pernah sepi pengunjung.

Mita Mulia memiliki tiga pilihan kamar seperti deluxe, superior, dan standar. Selain untuk wisatawan hotel ini juga cocok sebagai penginapan bagi orangtua mahasiswa saat berkunjung ke Banda Aceh.

Di bawah pengelolaan Calandra Hospitality Management dipastikan pelayanan di hotel ini juga menerapkan standar yang terbaik.

3. Alfatah Hotel Bener Meriah

Hotel ini berada di Dataran Tinggi Gayo tepatnya di kawasan Kampung Uring, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Lokasinya hanya berjarak lima menit dari Bandara Rembele Bener Meriah.

Pilihan kamar mulai dari deluxe, superior, dan standar. Juga memiliki fasilitas cafe dan meeting room.

4. Dream Hill Villa Bur Telege

Berada di kawasan puncak pegunungan Bur Telege pada ketinggian 1.450 mdpl. Dream Hill Villa menawarkan suasana berkelas dengan view mengagumkan.

Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati panorama keindahan kota Takengon dan bentangan Danau Lut Tawar dari ketinggian. Udaranya yang sejuk semakin menambah kesegaran tempat ini.

Dream Hill Villa juga memiliki fasilitas cafe untuk tempat nongkrong dengan berbagai macam pilihan menu makanan dan minuman. Jadi tidak harus menginap untuk datang ke sini. Lokasinya juga sangat dekat dengan pusat kota Takengon.

5. Fairuz Hotel Takengon

Terdapat rooftop yang bisa menikamti udara pagi sambil menyaksikan sunrise dengan pemandangan Danau Lut Tawar.

Fairuz hotel juga menyediakan double kabin destination ke beberapa tempat wisata yang berada di wilayah Takengon, salah satunya berkeliling ke Danau Lut Tawar.

Fairuz Hotel berlokasi di wilayah perkotaan beralamat di jalan Qurata Aini No. 190 Kebayakan, Takengon, Aceh Tengah.

Dengan beberapa tipe kamar yaitu, superior, deluxe dan family setiap kamar sudah mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari TV, akses wifi, air mineral, handuk dan juga perlengkapan mandi.