Bupati Shabela Tinjau Persiapan Ruang Karantina Mandiri Covid 19

Takengon | lingePost - Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 akibat kemungkinan adanya arus pendatang ke kabupaten ini, Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar meninjau langsung kesiapan lokasi yang akan dijadikan Kawasan dan Ruang Isolasi Mandiri atau Karantina, bagi ODP dari luar daerah, Selasa (21/04).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama-sama dengan sejumlah kepala dinas masing-masing Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan, Kepala BPBD, Direktur RSUD Datu Beru, dan unsur Forkopimcam Pegasing, yang dimaksudkan untuk melihat dan memastikan kelayakan properti yang akan digunakan sebagai penampungan atau isolasi mandiri.

Shabela Abubakar menyampaikan bahwa menyiapkan ruang isolasi mandiri ini adalah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dari orang-orang yang baru datang ke daerah ini, khususnya dari daerah-daerah yang dipetakan sebagai zona merah.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan virus corona, agar tidak menyebar kepada masyarakat lokal yang dapat saja dibawa oleh saudara-saudara kita yang berasal dari luar daerah”, kata Shabela.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Aceh Tengah sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Pendidikan yang menyarankan untuk menjadikan asrama boarding school pada SMA Negeri 15 Takengon atau bagi kalangan milenial lebih akrab disebut dengan SMA NEGAN, tersebut sebagai kawasan isolasi mandiri.

“Alhamdulillah setelah diamati dan ditinjau hasilnya menggembirakan dan sekolah ini berikut asramanya dapat kita jadikan sebagai kawasan/ ruang isolasi mandiri”, ungkap Shabela.

Diketahui, sejumlah 22 unit kamar pada asrama putra, dan 8 unit kamar pada asrama putri dapat dijadikan sebagai ruang karantina. meskipun pada beberapa sarana pendukung masih memerlukan tindakan lebih lanjut seperti tambahan tempat tidur, selimut, bantal dan lain sebagainya serta persediaan air dan wastafel.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah tersebut segera memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan untuk melengkapi kebutuhan yang diperlukan.

“Tolong pak Kadis, sarana dan ketersediaan airnya dipikirkan. Tolong juga dibuatkan beberapa wastafel untuk tempat cuci tangan. Untuk tempat tidur, kita coba koordinasi dengan Baitul Maal Aceh Tengah, kabarnya disitu banyak. Atau kalau kita mau sama-sama menyumbang itu lebih baik”, tegasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Direktur RSUD Datu Beru Takengon, dr. Hardi Yanis, Sp.PD menyampaikan, khusus antisipasi terhadap penanganan pasien positif Covid-19, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kamar isolasi, juga kamar atau ruang istirahat bagi tenaga medis dan dokter yang menangani passen secara langsung.

“Kami sekarang sedang menyiapkan ruang atau kamar bagi dokter dan tenaga medis yang apabila nantinya menangani pasien positif Covid-19 pada RSUD Datu Beru Takengon, yakni pada Ruang Dedingin dengan jumlah kamar sebanyak 28 unit”, terang Hardi.

Persiapan ini, kata Hardi agar para dokter maupun tenaga medis itu nantinya dapat beristirahat dengan baik dan layak, serta dekat dalam melakukan tindakan-tindakan penanganan yang diperlukan.

Dalam pernyataan penutup Bupati menekankan, bahwa persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah adalah dalam rangka antisipasi, bilamana hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dan tetap berdoa semoga pandemi ini tidak terjadi pada daerah penghasil kopi arabica terbaik tersebut.

“Semoga saja apa yang disampaikan pak Direktur RSUD Datu Beru tadi tidak sampai dipergunakan, karena tidak ada pasiennya atau warga kita yang terpapar Covid sehingga harus dirawat diruang isolasi ini. Tetap berdoa dan waspada. serta mengikuti imbauan-imbauan pemerintah:, tandasnya.

 

 

 

HM
%d blogger menyukai ini: