Bupati Shabela: Pemulihan Ekonomi Dapat Melalui Integrasi Pertanian dan Pariwisata

Bupati Shabela Abubakar

Takengon | lingePost - Bupati Kabupaten Aceh Tengah Shabela Abubakar menyatakan pemulihan ekonomi di daerah itu dapat dilakukan melalui integrasi pertanian dan pariwisata, dengan didukung investasi dan infrastruktur yang memadai.

Ia mengatakan Aceh Tengah memang merupakan daerah perekonomian berbasis pertanian. Sektor ini berkontribusi sebesar 42 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan juga penyerapan tenaga kerja mencapai 35 persen.

"Di sisi lain sebagian besar masyarakat ekonomi lemah bekerja di sektor pertanian," kata Shabela saat membuka musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rusip Antara, di Aceh Tengah, Selasa.

Shabela mengatakan bahwa isu tentang pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19 masih menjadi domain yang memerlukan komitmen bersama semua komponen.

Selain itu, menurut dia, berbagai aspek pembangunan seperti penanganan pertanian dari hulu hingga ke hilir, pariwisata, investasi dan infrastruktur juga harus tetap sejalan.

Sebab itu bupati berharap agar setiap Musrenbang kecamatan dapat menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat sesuai potensi dan permasalahan yang dihadapi, guna mengoptimalkan hasil pembangunan di wilayah masing-masing.

"Untuk itu diperlukan adanya komitmen yang kuat dari berbagai stakeholder," katanya.

Melalui Musrenbang ini program pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, akan menjadi prioritas tahun 2022, katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Tengah Amir Hamzah mengatakan bahwa penyusunan rancangan awal RKPD tahun 2022 merupakan berbasis aplikasi sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) untuk menyinkronkan program yang harus dilakukan ke depan.

Musrenbang tingkat kecamatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 16-20 Maret 2021 dengan mengusung tema
"Keberlanjutan Pembangunan Infrastruktur, SDM, Adat Istiadat, Lingkungan Hidup, Pelayanan Prima, dan Pemulihan Ekonomi".

 

 

KM
%d blogger menyukai ini: