BEM STIHMAT Gelar Seminar Hari Disabilitas Internasional

Seminar Hari Disabilitas Internasional berlangsung di Gedung Pendari Takengon

Laporan : Kurnia Muhadi

Takengon - lingepost.com : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIHMAT) Takengon menggelar Seminar Disabilitas dalam rangka Peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Gedung Pendari Takengon, Sabtu 3 Desember 2016.

Seminar dibuka Plt Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Kepala Dinas Dosial Kabupaten Aceh Tengah, T Alaidinsyah.

Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah T Alaidinsyah membuka seminar
Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah T Alaidinsyah membuka seminar

Kegiatan tersebut mengusung tema untuk Mewujudkan Masyarakat Insklusif Melalui Undang-undang Serta Menjamin Hak Penyandang Disabilitas.

Ketua Panitia, Andri Arianto Munthe, menyampaikan bahwa tujuan terselenggarannya kegiatan tersebut bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember adalah untuk kembali mengingatkan semua pihak agar terus  menumbuhkan rasa kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

"Kita ingin memberikan pemahaman terkait dengan makna disabilitas, apa itu disabilitas," kata  Andri Arionto Munthe.

Menurutnya, selama ini sangat minim perhatian terhadap para penyandang disabilitas baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Ketua Panitia Andri Adrianto Munthe
Ketua Panitia Andri Adrianto Munthe

Sementara, Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah T Alaidinsyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya selama ini memang kurang bisa memberikan perhatian khusus terhadap para penyandang disabilitas akibat terbatasnya anggaran.

"Tapi kita sudah mengusulkan anggaran untuk tahun depan dan sudah disetujui DPRK. Saya menginginkan agar adik-adik (Mahasiswa) nantinya bersama kami (Dinas Sosial) bisa menggelar kegiatan yang tidak hanya seremonial. Kita bisa adakan perlombaan untuk disabilitas, karena mereka juga memiliki potensi yang sama dengan kita dalam bekarya," tutur T Alaidinsyah.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penampilan seorang penyandang disabilitas, yakni Reza Johan Febriandika, yang merupakan siswa kelas 5 SDLB Negeri Kebayakan.

Reza tampil membawakan dua lagu dengan memainkan alat musik keyboard. Anak penyandang tuna netra ini memukau penontonnya dengan suara merdu yang dimiliki serta kepiawaiannya dalam memainkan alat musik keyboard walau memiliki keterbatasan fisik.

Reza Johan Febriandika
Reza Johan Febriandika
%d blogger menyukai ini: