Anak TK Tegur Pengendara yang Melanggar Lalulintas di Bener Meriah

Laporan : Kurnia Muhadi

REDELONG - lingepost.com : 30 anak TK turut serta dalam Operasi Simpatik Rencong 2016 yang digelar oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bener Meriah, Senin 14 Maret 2016.

Para anak dari TK Pante Raya ini ikut serta dalam memberikan teguran kepada pengendara yang melanggar tertib lalulintas.

Mereka dengan mengenakan seragam polisi cilik, masing-masing memegang papan imbauan tertib berlalulintas untuk dibaca oleh para pengendara yang melanggar, sebagai bentuk edukasi.

Selain itu, anak-anak yang didampingi langsung Kasat Lantas IPDA Rina Bintar Handayani Sik, juga didaulat untuk memberikan saovenir kepada pengendara berupa sarung tangan dan sajadah.

Kapolres Bener Meriah, AKPB Wawan Setiawan Sik, melalui Kasat Lantas IPDA Rina Bintar Handayani, kepada lingepost.com mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk edukasi bagi anak usia dini sekaligus memberikan efek rasa malu kepada pengendara yang melanggar, karena mendapat teguran dari anak-anak.

"Jadi disela-sela Operasi Simpatik ini kami ingin memberikan edukasi lalulintas buat masyarakat, selain memberikan teguran dan penindakan," kata IPDA Rina Bintar Handayani kepada lingepost.com usai kegiatan yang digelar di depan Mapolres setempat.

"Nah, bagaimana caranya edukasi itu bisa nyampe ke masyarakat, kita bikin, kita punya anak terus anak kita yang negur kita, kan kita malu. Dari itulah kita memberikan edukasi lalulintas yang disampaikan oleh anak-anak binaan kita," ujarnya.

Rina mengatakan pihaknya juga memiliki program Polisi Sahabat Anak (POS-Anak). Anak-anak tersebutlah yang ikut serta dalam kegiatan yang digelar.

"Kita juga berikan edukasi lalulintas sejak usia dini. Jadi mereka dengan didampingi petugas polisi dari Satlantas Polres Bener Meriah, itu memberikan edukasi dan teguran kepada pengguna jalan yang tidak mematuhi tertib berlalulintas," tutur IPDA Rina.

Menurutnya, kegiatan tersebut adalah bentuk kreatifitas dari Satlantas Polres Bener Meriah dalam memberikan warna dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, dalam upaya menyampaikan pesan tertib berlalulintas kepada masyarakat.

Pantauan lingepost.com di lapangan, kegiatan operasi tersebut juga melibatkan dua badut polisi yang ikut memberikan teguran kepada pengendara, sekaligus untuk memberikan hiburan kepada para anak.

"Jadi kenapa saya pilih anak kecil, karena dengan itu ada rasa malu dalam diri kita dan diharapkan menimbulkan kesadaran. Ih malu kita ditegur anak kecil, gitu," ucap Kasat Lantas.

Rina menegaskan bahwa anak-anak yang ikut dalam kegiatan tersebut tidak terlepas dari pengawasan petugas. Setiap anak, kata Rina, didampingi para petugas ketika memberikan teguran dan sauvenir, serta tidak diturunkan secara langsung ke jalan.

"Melainkan petugas polisi yang telah memberhentikan dan memeriksa pengendara, setelah itu anak-anak yang memberikan pengharhgaan dan memberikan edukasi. Bagi yang sudah tertib, kita berikan sauvenir berupa sarug tangan dan sajadah," ujarnya.

Rina mengharapkan dengan cara dan kreatifitas pihaknya untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, dapat timbul kesadaran untuk semakin tertib berlalulintas dari masyarakat itu sendiri.

"Kita harapkan masyarakat makin tertib. Dengan operasi simpatik kita lebih mendekatkan diri ke masyarakat. Kita juga memberikan simpati kepada masyarakat," ucap Rina.

%d blogger menyukai ini: