Aceh Tengah Jajaki Kerjasama dengan Sidomuncul

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar

Takengon | lingePost - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menjajaki kerja sama penyediaan bahan baku jamu dari daerah berhawa sejuk itu untuk perusahaan jamu Sidomuncul.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar saat bertemu Manager Humas Sidomuncul Bambang Supartoko mengatakan bahwa wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang sangat potensial untuk pengembangan bahan baku jamu.

Diantaranya seperti jahe, kunyit, maupun tanaman spesifik lainnya termasuk kopi Gayo.

Shabela Abubakar meyakini dengan adanya kerja sama sebagai pemasok bahan baku tersebut akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di Aceh Tengah.

Sementara Bambang Supartoko selaku Manager Humas Sidomuncul menyambut baik niat Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk dapat bekerjasama dalam hal pemenuhan bahan baku tersebut.

Menurut Bambang perusahaan jamu yang berdiri sejak 1951 itu memang menerima bahan baku dari seluruh Indonesia, terutama bahan yang spesifik yang hanya ada di daerah tertentu.

Pihaknya juga meminta dikirimi sampel untuk dapat diuji dan teliti di laboratorium yang juga terletak di area perusahaan tersebut untuk mengetahui kandungan bahan.

Selain menjajaki kerjasama bahan baku jamu tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengadakan studi komparatif dalam pengembangan kopi robusta saat berada di Kabupaten Semarang.

"Pelaksanaan studi komparatif ini bertujuan agar dapat membandingkan pengembangan kopi robusta yang ada di Semarang dengan Kabupaten Aceh Tengah karena dibeberapa wilayah Aceh Tengah memiliki ketinggian yang baik untuk kopi robusta," kata Shabela Abubakar.

Shabela berharap hasil kunjungan tersebut dapat diterapkan di Aceh Tengah terutama dalam hal mengelola kampung wisata kopi guna menarik kunjungan wisata kopi di Kabupaten Aceh Tengah.

Rombongan wisata edukasi kopi juga berkesempatan berkunjung ke salah satu Gapoktan di dusun kopi Sirap Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.

Pemilihan Dusun Sirap sebagai lokasi kunjungan karena kawasan perkebunan kopi robusta ini dianggap mampu mengelola lahan perkebunan sebagai salah satu objek wisata edukasi bagi para masyarakat yang ingin mengetahui proses pembibitan, pengolahan dan pemasaran kopi robusta.

 

 

 

Reporter : Kurnia Muhadi
%d blogger menyukai ini: